KEDIRI, JP Radar Kediri–Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melantik ratusan calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi 2025, Kamis (2/4) kemarin.
Di depan ratusan pegawai baru itu, Dhito kembali menegaskan pentingnya integritas dalam bekerja.
Dia juga mewanti-wanti mereka agar menjauhi praktik korupsi.
“Jangan pernah terlintas di dalam benak saudara untuk melakukan tindak pidana korupsi.
Baca Juga: Disdik Kabupaten Kediri Sebar PPPK Paruh Waktu untuk Penuhi Kekurangan Guru
Itu pesan pertama saya,” tegas Dhito usai melantik 138 CPNS formasi 2025 di gedung Bagawanta Bhari itu.
Lebih jauh Dhito mengatakan, CPNS memiliki peluang yang sama untuk mengembangkan karirnya di birokrasi.
Karenanya, kesempatan untuk jadi kepala dinas, camat, hingga kepala bidang terbuka lebar.
Syaratnya mereka memiliki kemauan dan kinerja yang baik.
Bapak dua anak itu meminta agar ratusan pegawai muda tersebut tidak menyia-nyiakan peluang yang ada. Yakni, dengan hanya bekerja setengah hati.
Sebaliknya, dia meminta pegawai yang rata-rata berusia 23-30 tahun itu untuk semangat bekerja.
Dalam kesempatan kemarin, suami Eriani Annisa ini juga membeber kondisi keuangan daerah.
Termasuk belanja pegawai yang hampir menyentuh batas maksimal 30 persen sesuai UU Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD).
Saat ini, jelas Dhito, belanja pegawai Pemkab Kediri sekitar 29 persen dari total belanja.
Dengan pemberlakuan UU HKPD tahun depan, menurut Dhito pemkab tengah mempertimbangkan rekrutmen pegawai lanjutan.
“Ini sedang kami pertimbangkan apakah tahun depan masih ada formasi atau tidak,” terang Dhito sembari menyebut jika persentase belanja pegawai di atas 30 persen akan mengganggu belanja modal.
Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kediri R. Randy Agatha Sakaira menyebut, selain 138 CPNS formasi 2025, ada juga 18 PNS lain yang dilantik.
Mereka kembali dilantik karena resmi menduduki jabatan fungsional setelah lulus uji kompetensi.
Dari ratusan CPNS yang dilantik kemarin, menurut Randy tersebar di 65 organisasi perangkat daerah (OPD).
“Formasi tenaga kesehatan menjadi yang terbanyak, khususnya dokter yang mencapai 27 orang,” jelasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita