KEDIRI, JP Radar Kediri-Tiga bulan lagi, Bupati Hanindhito Himawan Pramana dan Wabup Dewi Mariya Ulfa bisa kembali berkantor di kompleks Pemkab Kediri.
Berdasar pengecekan kemarin (31/3), pembangunan gedung yang terbakar Agustus 2025 lalu itu akan selesai pada Juni nanti.
Sekitar pukul 12.00 kemarin, Bupati Dhito mengecek progres pembangunan gedung yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tersebut. Memegang panduan denah proyek, bupati dua periode itu menyisir sejumlah ruangan di gedung yang juga menjadi kantornya tersebut.
Tak hanya mengecek ruangan di lantai 1, Dhito juga mengecek ruangan di lantai 2 yang akan jadi kantor Wabup Dewi.
“Tadi (31/3) disampaikan dari Nindya Karya (kontraktor pelaksana proyek, Red) sudah 68 persen. Estimasi dari mereka, bulan Juni sudah bisa mulai difungsikan kembali,” ujar Dhito.
Setelah dari gedung kantor bupati, Dhito juga mengecek progres pembangunan gedung sekretariat daerah (setda) di bagian depan. Dia juga mengecek kelengkapan bangunan untuk menunjang sistem keamanan. Salah satunya emergency exit di bagian belakang.
Jika gedung kantor bupati progresnya sudah 68 persen, untuk gedung setda mencapai 64 persen akhir Maret kemarin. Realisasi proyek yang beriringan dengan pembangunan Sekolah Rakyat itu menurut Dhito cukup baik.
Baca Juga: Bupati Dhito Bagikan Puluhan Alsintan ke Petani, akan Tambah Ratusan Traktor Lagi
“Ini saya rasa luar biasa, cukup cepat pekerjaannya. Pekerja mulai masuk November, enam bulan gedungnya sudah mulai berdiri lagi dan mungkin ada beberapa hal yang diperhatikan juga. Salah satunya faktor keamanan,” beber Dhito.
Tak hanya dilengkapi pintu darurat, gedung baru juga dilengkapi sistem pemadam kebakaran otomatis. Selebihnya, pembangunan gedung tetap mengacu aturan perundang-undangan maupun kementerian yang berlaku.
“Kemarin yang belum ada di gedung pemkab itu sistem pemadamnya. Kami masih pakai APAR (alat pemadam api ringan) saja. Nah, sekarang sudah ada sistem pemadam dan semoga tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak kita harapkan, yang akhirnya jadi mengeluarkan dana yang tidak perlu,” terangnya.
Tak hanya gedung pemkab yang ditarget selesai Juni, menurut Dhito Sekolah Rakyat di Desa Plosokidul, Plosoklaten juga ditarget selesai Juni.
Baca Juga: Rekanan Kebut Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di Kediri, Progres Fisik Baru Capai 12 Persen
Fasilitas pendidikan untuk siswa dari keluarga miskin ekstrem itu ditargetkan bisa difungsikan pada Juni mendatang.
“Sekarang di Sekolah Rakyat yang di Plosoklaten itu sudah ada 524 pekerja, dan akan ditambah minggu depan 800 pekerja. Jadi Insya Allah doakan tahun ini dari gedung diklat kita yang di Grogol sudah bisa mulai pindah ke Sekolah Rakyat yang kita siapkan di Plosoklaten,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita