Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

HUT Ke-1222 Kabupaten Kediri, Ratusan Ribu Petani Kian Sejahtera

Shinta Nurma Ababil • Senin, 30 Maret 2026 | 15:55 WIB
HUT Ke-1222 Kabupaten Kediri, Pertanian Kembali Menjadi Primadona, Ratusan Ribu Petani Kian Sejahtera
HUT Ke-1222 Kabupaten Kediri, Pertanian Kembali Menjadi Primadona, Ratusan Ribu Petani Kian Sejahtera

Di usia 1222 tahun Kabupaten Kediri, sektor pertanian kembali bangkit. Bercocok tanam dengan berbagai kemudahan akses pupuk dan alsintan di pemerintahan Bupati Hanindhito Himawan Pramana, kesejahteraan petani di Bumi Panjalu meningkat. Salah satunya terlihat dari nilai tukar petani (NTP) yang 2025 lalu berhasil melampai Jawa Timur.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Sukadi mengatakan, nilai tukar petani (NTP) Kabupaten Kediri pada tahun 2025 naik sebesar Rp 1,587 triliun. “Nilai agregat NTP pada 2025 sebesar 113,73 persen,” kata Sukadi.

Capaian tersebut jauh lebih besar dari target NTP Kabupaten Kediri yang hanya 105 persen. Tidak hanya itu, capaian NTP Kabupaten Kediri pada 2025 juga lebih tinggi dari NTP Provinsi Jawa Timur sebesar 113,26 persen.

Realisasi NTP yang jauh lebih tinggi dari target Kabupaten Kediri dan capaian Provinsi Jatim itu, menurut Sukadi sekaligus mengindikasikan peningkatan kesejahteraan petani Bumi Panjalu di bawah kepemimpinan Bupati Hanindhito Himawan Pramana. “Peningkatan NTP ini tidak lepas dari kemudahan akses petani untuk mendapat bibit, pupuk subsidi yang murah, hingga berbagai jenis alat mesin pertanian,” lanjut Sukadi.

Baca Juga: Usai Libur Harus Tancap Gas Layani Masyarakat, Peringati HUT Ke-1.222 Kabupaten Kediri dengan Apel Besar

Ditambah lagi, Pemkab Kediri juga memasifkan pembangunan sumur submersible agar pengairan lahan pertanian juga lebih baik. Dengan capaian NTP yang sudah jauh lebih tinggi tersebut, Sukadi berencana meminta agar target NTP Kabupaten Kediri di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk dinaikkan. “NTP 105 persen itu terlalu rendah. Capaian kita sudah jauh lebih tinggi,” tuturnya.

Untuk diketahui, NTP dihitung dari sejumlah komponen. Mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Dari sejumlah komponen tersebut, untuk capaian di bidang pertanian sudah sangat tinggi (selengkapnya lihat grafis).

Meski demikian, dia optimistis capaian tiap bidang masih bisa terus didongkrak. Sukadi mencontohkan, di 2026 ini dispertabun sedang melakukan hilirisasi tanaman pangan. Terutama padi.

Lahan padi organik yang sebelumnya seluas 80 hektare, tahun ini ada tambahan 77 hektare. Kenaikan hampir 100 persen itu menurutnya bukanlah hal mudah.

Untuk memaksimalkan produksi dan meningkatkan kualitasnya, dipertabun bekerja sama dengan lembaga sertifikasi organik (Lesos). “Petani akan didampingi agar ada jaminan produksi padi organik mereka dan kesejahteraan petani meningkat,” jelasnya.

Baca Juga: Ini Kendala Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Kediri Yang Wajib Kamu Ketahui!

Ke depan, para petani akan didorong untuk bisa memproduksi beras khusus. Dengan tidak adanya harga eceran tertinggi (HET) di kategori beras ini, petani bisa berpacu dengan kualitas untuk mendapatkan harga terbaik. “Tujuan jangka panjangnya ya lagi-lagi untuk kesejahteraan petani Kediri,” paparnya.

Selebihnya, menurut Sukadi Kabupaten Kediri juga akan memproduksi beras premium bersama Food Station. Sedikitnya mereka sudah melakukan kontrak 500 hektare lahan untuk produksi beras premium tersebut.

 “Tahun 2026 ini kita tidak hanya mengejar luasan taman saja, tapi bagaimana para petani bisa meningkatkan produksinya,” papar Sukadi.

Dengan metode pemupukan yang benar dan penerapan metode tanam jajar legowo, Sukadi mengaku senang karena produksi padi per 100 ru yang semula hanya 1 ton kini menjadi 1,25 ton atau naik hingga 25 persen. Adapun untuk satu hektare kini bisa mencapai 12-13 ton. (ut/*)

 

HUT Ke-1222 Kabupaten Kediri, Pertanian Kembali Menjadi Primadona, Ratusan Ribu Petani Kian Sejahtera
HUT Ke-1222 Kabupaten Kediri, Pertanian Kembali Menjadi Primadona, Ratusan Ribu Petani Kian Sejahtera

 

Targetkan Bongkar Ratoon Tujuh Ribu Hektare Tanaman Tebu

Tak hanya fokus melakukan hilirasasi tanaman pangan, Pemkab Kediri melalui dispertabun juga mendukung program nasional swasembada gula. Tahun ini, Kabupaten Kediri ditarget untuk melakukan bongkar ratoon 7 ribu hektare tanaman tebu.

“Itu (target bongkar ratoon tujuh ribu hektare tanaman tebu) merupakan angka yang terluas di Indonesia,” kata Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Sukadi.

Apakah Pemkab Kediri bisa merealisasikan target tersebut? Sukadi mengaku optimistis bisa melaksanakannya. Bahkan, realisasi bisa mencapai 8 ribu hektare.

Demi mengoptimalkan bongkar ratoon, Sukadi mengaku sudah mengintensifkan koordinasi dengan pabrik gula (PG). Dispertabun mulai mengidentifikasi tanaman tebu yang yang sudah waktunya dipanen untuk dilakukan bongkar ratoon dan lainnya.

“Dengan begitu nanti usulan ke pusat dan realisasi di lapangan bisa sesuai,” beber Sukadi sembari menyebut mulai awal Mei nanti sudah memasuki musim tebang pertama. Saat itu pula bongkar ratoon sudah bisa dimulai.

Baca Juga: Kejar Deadline Proyek Sekolah Rakyat di Kota Kediri, Rekanan Akan Tambah Ratusan Pekerja. Ini Yang Wajib Kamu Ketahui!

Selain melakukan bongkar ratoon ribuan hektare tanaman tebu, menurut Sukadi tahun 2026 ini ada tambahan 400 hektare tanaman tebu baru. Jumlah itu didapat dari peralihan tanaman ketela di lereng pegunungan.

“Perpindahan dari tanaman ketela ke tanaman tebu ini juga lebih menyejahterakan petani karena pendapatan mereka naik berlipat,” urai Sukadi.

Ratusan hektare tanaman tebu baru itu di antaranya berada di Kecamatan Mojo dan Wates. Penanaman sudah dilakukan sejak Januari hingga April ini. “Sekitar 100 hektare (tanaman tebu baru) itu ada di Mojo bagian atas (lereng Gunung Wilis,” jelas Sukadi sembari menyebut 400 hektare tanaman tebu baru itu menambah luasan eksisting di Kabupaten Kediri yang mencapai 21 ribu hektare. (ut

Editor : Shinta Nurma Ababil
#kabupaten kediri #petani #kediri #hut kabupaten kediri #hut