Lebaran Usai, Timbunan Sampah di Kediri Tembus 3.700 Ton, Sehari Hasilkan 125 Ton

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:21 WIB
TAK BERTANGGUNG JAWAB: Pengunjung kawasan SLG membuang sampah bekas bungkus makanan di tepi jalan. Meski ada ratusan kotak sampah, masih banyak masyarakat yang abai dengan kebersihan.
TAK BERTANGGUNG JAWAB: Pengunjung kawasan SLG membuang sampah bekas bungkus makanan di tepi jalan. Meski ada ratusan kotak sampah, masih banyak masyarakat yang abai dengan kebersihan.

KEDIRI, JP Radar Kediri—Volume sampah selama libur lebaran meningkat drastis. Jika biasanya hanya sekitar 113 ton per hari, seminggu terakhir meningkat menjadi 125 ton.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti mengatakan, peningkatan volume sampah terjadi sejak Ramadan lalu.
Hal tersebut seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.

“Selama Ramadan dan libur lebaran, total timbulan sampah mencapai 3.734.6 ton,” kata Putut.

Jika dirata-rata, setiap hari ada 125 ton sampah yang terkumpul. Jauh lebih tinggi dibanding rata-rata harian yang hanya 113 ton.

Baca Juga: Timnas Indonesia Tumbangkan Saint Kitts and Nevis, Ribuan Orang Antusias Nobar di Simpang Lima Gumul Kediri

Terkait sumber sampah, mayoritas merupakan sampah rumah tangga.

Selebihnya, timbulan sampah juga disumbang dari objek wisata. Salah satunya kawasan Simpang Lima Gumul (SLG).

“Sampah didominasi sampah plastik. Seperti kantong plastik kresek dan kemasan makanan,” lanjut Putut.

Dari total 26 kecamatan di Kabupaten Kediri, sampah paling banyak berasal dari kontainer tempat pembuangan sementara (TPS) padat penduduk.

Mulai dari Pare, hingga kawasan SLG, dan beberapa daerah lainnya.

Untuk mengurangi volume sampah, Putut mengaku sudah melakukan berbagai upaya.

Salah satunya membuka posko mudik Lebaran minim sampah di depan Taman Hijau SLG.

“Di sana dipasang banner imbauan tentang minimalisasi sampah saat mudik Lebaran,” terang Putut.

Selebihnya, DLH juga menggencarkan kampanye pengurangan sampah dengan melibatkan berbagai komunitas.

Mulai pegiat lingkungan, anggota pramuka, serta komunitas bank sampah. 

Petugas juga berkeliling kawasan SLG sambil membawa poster imbauan untuk meningkatkan kesadaran pengunjung dan pedagang.

Baca Juga: Jajaran Polres Kediri Sowan ke para Ulama di Momen Lebaran

Langkah serupa juga dilakukan di kawasan Pare. Di antaranya, di sekitar Masjid Agung An-Nur.

“Kami membagikan tas tas ramah lingkungan kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik,” papar Putut sembari menyebut saat ini DLH juga mengebut realisasi Peraturan Bupati (Perbup) Pembatasan Plastik Sekali Pakai.

Dengan beberapa langkah tersebut, Putut berharap jumlah sampah bisa berkurang. Terutama sampah plastik yang selama ini mendominasi timbulan sampah.

Sementara itu, selama libur panjang Idul Fitri Putut memastikan pelayanan kebersihan tetap berjalan.
Personel kebersihan tetap disiagakan sesuai wilayah tugas masing-masing agar kondisi lingkungan tetap terjaga.

“Seperti di SLG banyak pengunjung datang. Otomatis sampah juga meningkat,” tandasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, meski petugas kebersihan sudah rutin menyapu jalan dan mengambil sampah di ratusan kotak yang tersebar di SLG, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di tempatnya masih minim.

Setidaknya, masih banyak sampah plastik yang dibuang begitu saja di tepi jalan.

 Demikian pula sampah bekas pembungkus makanan yang banyak ditemukan di kawasan SLG. 

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
kabupaten kediri sampah plastik slg kediri dlh kabupaten kediri sampah plastik kediri pemkab kediri tpa slg sampah