KEDIRI, JP Radar Kediri-Tidak maksimalnya pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kediri pada 2025 lalu, salah satunya juga karena kinerja badan usaha milik daerah (BUMD) yang belum maksimal.
Dari tiga BUMD di Kabupaten Kediri, hanya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) saja yang setoran pendapatannya memenuhi target. Adapun dua lainnya masih minim.
Target pendapatan tiga BUMD pada 2025 lalu sebesar Rp 12,4 miliar. Namun, realisasinya hanya Rp 11,8 miliar.
“Realisasinya hanya 94,7 persen,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kediri Eko Setiyono.
Untuk diketahui, tiga BUMD di Bumi Panjalu memiliki unit usaha yang berbeda.
PDAM memenuhi kebutuhan air minum warga Kabupaten Kediri. Kemudian, PD Canda Bhirawa membidangi percetakan dan apotek.
Sedangkan PD Margomulyo mengelola perkebunan. “PDAM mencapai target. Yang Canda Bhirawa dan Margomulyo tidak mencapai target,” lanjut Eko.
Meski capain 2025 lalu minim, menurut Eko tiga BUMD itu tidak bisa bersantai.
Sebab, sesuai instruksi Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, target pendapatan tiga BUMD juga dinaikkan.
Jika pada 2025 lalu targetnya adalah Rp 12,4 miliar. Untuk tahun ini dinaikkan menjadi Rp 13,2 miliar. “Targetnya naik Rp 766 juta,” jelas Eko.
Untuk bisa mencapai target tersebut, menurut Eko BUMD harus melakukan beberapa upaya. Terutama, memperbaiki manajemennya.
Jika manajemennya baik, Eko optimistis pencapaian target bisa maksimal.
Selebihnya, BUMD juga harus melakukan efisiensi. Yakni, dengan mengurangi item belanja yang tidak penting. Sehingga, pengeluaran bisa ditekan.
Eko juga meminta manajemen BUMD untuk melakukan inovasi baru agar pendapatan bisa bertambah.
“Perlu juga membuka usaha lain. Dengan membuka usaha lain, maka sumber pendapatan juga bertambah,” jelasnya.
Yang tidak kalah penting menurut Eko adalah perlunya perbaikan aset milik BUMD yang terbengkalai.
Eko mencontohkan, Taman Margomulyo di lereng Kelud yang sempat ramai yang pada akhirnya sepi dan tutup saat pandemi Covid 19.
Jika aset tersebut dibenahi, dia yakin akan jadi potensi pendapatan baru.
“Tentunya harus ada inovasi agar bisa menarik pengunjung,” jelas Eko meminta manajemen PD Margomulyo mencari investor untuk pengembangan usaha.
Editor : Andhika Attar Anindita