KABUPATEN, JP Radar Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar Niti Sowan Harinjing, Senin (23/3).
Kegiatan tersebut berlangsung sederhana di titik nol Harinjing, Desa Siman, Kecamatan Kepung.
Puluhan masyarakat tampak hadir untuk menyaksikan prosesi serah terima air Sungai Serinjing kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri.
Penyerahan air itu dilakukan langsung oleh Kepala Desa Siman Subagyo kepada Ahmad Khudori, perwakilan dari Disparbud.
Prosesi berlangsung sekitar 10.00 WIB di area prasasti Harinjing yang menjadi cikal bakal Kabupaten Kediri.
Air dari Sungai Serinjing yang tersimpan di dalam sebuah kendi. Selanjutnya dibawa ke Museum Daerah Kabupaten Kediri untuk disimpan sementara waktu.
"Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk kembali meneladani semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta rasa memiliki terhadap daerah yang kita cintai," ujar Khudori membacakan pesan dari Kepala Disprbud Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi.
Dalam Niti Sowan Harinjing kali ini, kegiatan memang berlangsung lebih sederhana. Rangkaian kegiatannya berbeda dibanding tahun-tahun yang lalu.
Bila sebelumnya ada prosesi pengambilan air di sudetan Sungai Serinjing, tahun ini dilakukan langsung oleh Pemerintah Desa Siman. Di samping itu, air juga berasal dari aliran Sungai Serinjing, bukan dari sudetan.
Kendati demikian, hal tersebut tak menghilangkan esensi dari kegiatan inti dari Niti Sowan. Bahkan, kegiatan terasa lebih spesial karena masih berlangsung di momen Hari Raya Idul Fitri.
"Kegiatan ini meskipun dalam konteks penghematan, meskipun sederhana, tapi tidak mengurangi kekhidmatannya dan kesakralannya," ujar Kepala Desa Siman Subagyo dalam wawancara terpisah.
Dia mengaku berterimakasih dengan kegiatan Niti Sowan Harinjing ini dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 pada 25 Maret nanti.
Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan pengakuan pemerintah terhadap Desa Siman dalam hal sejarah cikal bakal Kediri. Sekaligus bentuk penghormatan besar terhadap para leluhur.
"Mudah-mudahan dengan rangkaian acara ini tentunya Kediri beserta masyarakatnya bisa gemah ripah loh jinawi," harapnya sembari menyebut Niti Sowan telah berlangsung lima kali ini di desanya.
Dalam Niti Sowan Harinjing kemarin, kegiatan juga turut dimeriahkan oleh penampilan empat penari. Mereka menyuguhkan tarian berjudul Gama Tetes ing Harinjing dengan pesan mendalam.
Yaitu tarian yang menceritakan perjuangan masyarakat untuk membangun sudetan guna memberi kehidupan di lingkungan Harinjing.
Air yang mengalir melalui sudetan itu telah menyirami desa dan menumbuhkan kehidupan baru. Selanjutnya, kegiatan diakhiri dengan doa bersama lintas agama. (em/fud)
Editor : Andhika Attar Anindita