KEDIRI, JP Radar Kediri-Tahun pertama memimpin Kota Kediri, Wali Kota Vinanda Prameswati dan Wawali Qowimuddin berhasil merealisasikan program-programnya dengan sangat baik. Kinerja yang tercermin dalam capaian indikator kinerja utama (IKU) itu dipaparkan dalam laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) tahun anggaran 2025, dalam rapat paripurna DPRD Kota Kediri, pada Rabu (11/3) lalu.
Dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Kediri Firdaus, Wali Kota Vinanda membeber hasil menggembirakan di setahun pertama kepemimpinannya itu. “Sebagian besar indikator kinerja berhasil mencapai kategori sangat tinggi,” kata perempuan yang akrab disapa Mbak Wali.
Mulai dari Indeks Gini Kota Kediri yang 2025 lalu sebesar 0,334 atau tercapai 103,33 persen. Indeks yang mencerminkan tingkat pemerataan pendapatan masyarakat itu menunjukkan hasil yang semakin baik dan masuk kategori sangat tinggi.
Kemudian, pertumbuhan ekonomi Kota Kediri sebesar 1,74 persen. Dengan sektor nonindustri pengolahan tumbuh signifikan sebesar 7,33 persen, menunjukkan peningkatan kontribusi sebesar 1,09 persen.
"Hal ini menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam mendorong diversifikasi ekonomi serta mengurangi ketergantungan pada sektor industri pengolahan," lanjut Mbak Wali tentang pertumbuhan sektor non-industri yang cukup besar itu.
Untuk indeks daya saing daerah, Kota Kediri berhasil merealisasikan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) di angka 3,74, atau tercapai sebesar 99,73 persen. Hasil tersebut juga masuk kategori sangat tinggi.
Di bidang kesejahteraan masyarakat, tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan hingga 6,04 persen atau dengan capaian 105,40 persen. Berbagai program strategis turut berkontribusi menurunkan angka kemiskinan. Di antaranya, program jaminan kesehatan nasional, beasiswa pendidikan, bantuan sosial, ATM beras, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Selanjutnya, tingkat pengangguran terbuka pada 2025 tercatat sebesar 3,76 atau tercapai 98,52 persen. Hasil tersebut juga masuk kategori sangat tinggi. Demikian pula Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri sebesar 82,71 atau terealisasi 99,93 persen dari target.
Peningkatan tersebut menurut Mbak Wali terjadi pada seluruh dimensi pembangunan manusia. Terutama pada aspek standar hidup layak dan kesehatan.
Sedangkan untuk Indeks Reformasi Birokrasi, pada 2024 Kota Kediri mendapat nilai 84,67. Sedangkan untuk 2025 masih menunggu rilis Kementerian PANRB. Orang nomor satu di Pemkot Kediri ini juga membeber realisasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 74,14. Capaian tersebut sebesar 101,58 persen atau kategori sangat tinggi.
Dia menegaskan, capaian lain juga masuk kategori sangat baik. Demikian pula pendapatan daerah 2025 yang terealisasi Rp 1,56 triliun atau sebesar 102,55 persen dari target. Di sisi belanja, tahun 2025 dianggarkan Rp 1,86 triliun dan terealisasi sebesar 80,56 persen.
Mbak Wali berharap LKPj yang disampaikan Rabu lalu bisa jadi bahan evaluasi bersama. Terutama untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan kinerja Pemerintah Kota Kediri di masa mendatang.
“Atas nama Pemerintah Kota Kediri, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh Anggota DPRD Kota Kediri atas dukungan, kerja sama, serta partisipasi yang telah terjalin selama ini. Insya Allah, kolaborasi yang baik ini akan terus menjadi fondasi dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil