KEDIRI, JP Radar Kediri– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden menjadi peluang emas bagi sektor perikanan lokal di Kabupaten Kediri. Dinas Perikanan Kabupaten Kediri kini tengah gencar melakukan pembinaan kepada para pembudidaya ikan lele agar mampu menjadi pemasok utama bagi Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) di wilayah terdekat.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nurhafid, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada 10 pelaku usaha perikanan yang aktif menyuplai kebutuhan SPPG. Total produk lele yang disalurkan mencapai kurang lebih 7,5 ton setiap minggunya, dengan frekuensi pengiriman satu hingga dua kali seminggu.
"Produk yang kami salurkan ke SPPG sudah dalam bentuk ikan bersih maupun fillet (tanpa tulang). Ini adalah langkah strategis agar produk lokal Kediri bisa terserap maksimal dalam program nasional," ujar Nurhafid.
Tak hanya menguntungkan dari sisi penjualan ikan, proses pengolahan lele menjadi fillet ini ternyata memberikan dampak sosial yang signifikan bagi warga sekitar. Proses pembersihan dan pemiletan ikan menciptakan lapangan kerja baru bagi keluarga dan tetangga para pembudidaya.
Berdasarkan data Dinas Perikanan, setiap 100 kg lele yang diolah mampu menyerap rata-rata dua orang tenaga kerja. Dengan volume 7,5 ton per minggu, program ini telah membantu memberdayakan puluhan warga lokal di sekitar lokasi budidaya.
"Program MBG ini bukan sekadar soal gizi, tapi juga penggerak ekonomi kerakyatan. Kami akan terus membina lebih banyak pembudidaya agar standar produk mereka sesuai dengan kebutuhan SPPG," pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian