Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Double Impact Program Dinas Perikanan: Tekan Stunting Sekaligus pemberdayaan UMKM 

rekian • Minggu, 22 Februari 2026 | 17:34 WIB

 

INOVATIF: Bupati Dhito bersama istri membakar olahan sate lele.
INOVATIF: Bupati Dhito bersama istri membakar olahan sate lele.
KEDIRI, JP Radar Kediri– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus bergerak agresif dalam upaya penurunan angka stunting. Dinas Perikanan Kabupaten Kediri mengambil peran strategis melalui program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan). Tak sekadar sosialisasi, dinas juga membagikan ratusan paket olahan ikan yang menyasar kantong-kantong wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nurhafid, menjelaskan bahwa intervensi ini difokuskan pada kelompok rentan. Mereka adalah warga yang terdata mengalami Wasting (penurunan berat badan drastis), Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), serta para pelajar.

"Tujuannya jelas, untuk mendukung pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Kediri," ujar Nurhafid.

CEGAH STUNTING: Penerima bantuan paket olahan ikan.
CEGAH STUNTING: Penerima bantuan paket olahan ikan.

Mengapa harus ikan? Nurhafid menekankan bahwa ikan adalah solusi gizi yang paling rasional dan efektif. Ikan kaya akan protein hewani berkualitas tinggi dan asam lemak Omega-3 (DHA/EPA). Selain itu, kandungan mineral penting seperti zat besi, zink, dan kalsium di dalamnya sangat krusial untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.

"Nutrisi dalam ikan ini mendukung pembentukan otot, tulang, dan yang paling penting mencegah gizi buruk pada 1.000 hari pertama kehidupan. Kelebihannya lagi, ikan itu mudah didapat di Kediri, harganya terjangkau, dan teksturnya mudah dicerna oleh anak-anak maupun lansia," paparnya.

SUKSES: Pembudidaya lele daphnia di Kabupaten Kediri.
SUKSES: Pembudidaya lele daphnia di Kabupaten Kediri.

Nurhafid menyebut, program ini dirancang untuk memberikan dampak ganda (double impact). Di satu sisi, masyarakat mendapatkan asupan gizi gratis dan berkualitas. Di sisi lain, ekonomi kerakyatan ikut berputar karena paket-paket tersebut dibeli dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan dinas.

"Seluruh paket olahan ikan ini kami ambil dari produk teman-teman UKM pengolah ikan binaan Dinas Perikanan. Jadi, kami membantu pemasaran produk mereka sekaligus memberikan gizi bagi masyarakat," tegasnya.

Tercatat, dalam setahun ini, Dinas Perikanan menggelontorkan 750 paket olahan ikan. Program ini melibatkan secara langsung 19 UKM pengolah ikan yang tersebar di wilayah Kabupaten Kediri. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak konsumsi ikan di Bumi Panjalu sekaligus menekan angka stunting secara signifikan.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kabupaten kediri #pemkab kediri #Penurunan angka stunting #Dinas Perikanan Kabupaten Kediri #Dinas Perikanan