Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Satu Tahun Mbak Wali Vinanda Prameswati-Gus Wawali Qowimuddin Membangun Kota Kediri, Fondasi Good Governance Lahirkan Layanan Publik Andal

Shinta Nurma Ababil • Jumat, 20 Februari 2026 | 12:23 WIB
PENDIDIKAN GRATIS: Wali Kota Vinanda Prameswati berbincang dengan salah satu pelajar Kota Kediri yang mengikuti cek kesehatan gratis (CKG). Satu tahun memerintah Kota Kediri, dia menggelontor berbagai
PENDIDIKAN GRATIS: Wali Kota Vinanda Prameswati berbincang dengan salah satu pelajar Kota Kediri yang mengikuti cek kesehatan gratis (CKG). Satu tahun memerintah Kota Kediri, dia menggelontor berbagai

Dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu, pemerintahan Wali Kota Vinanda Prameswati dan Wawali Qowimuddin di Kota Kediri genap berusia setahun. Dalam waktu yang singkat, pemimpin muda itu mampu melahirkan sejumlah terobosan yang berdampak signifikan bagi masyarakat. Di antaranya, pelayanan publik dengan respons cepat dan terintegrasi Lapor Mbak Wali 112.

Mengemban amanah dari ratusan ribu warga Kota Kediri, perempuan yang akrab disapa Mbak Wali itu punya satu tekad yang sama dengan Wawali Qowimuddin atau Gus Wawali, Yakni, menghadirkan pemerintahan yang baik dan bersih. Mewujudkan Kota Kediri yang maju dan masyarakatnya sejahtera dengan tagline Mapan.

Dalam pemerintahannya, alumnus Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang itu menanamkan nilai integritas, akuntabilitas dan profesionalisme di seluruh jajaran aparatur negara. Dari fondasi itulah lahir  berbagai jenis layanan publik yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satu unggulannya adalah Lapor Mbak Wali 112. Layanan aduan masyarakat yang aktif 24 jam ini mendapat apresiasi tinggi. Selain respons yang cepat, layanan juga terintegrasi dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat penangan berbagai persoalan di masyarakat. “Kami evaluasi terus (layanan Lapor Mbak Wali 112) untuk memastikan berbagai keluhan dan masukan masyarakat bisa ditindaklanjuti dengan cepat,” kata Mbak Wali.

Tak hanya membuka kanal seluas-luasnya untuk berkomunikasi dengan masyarakat lewat Lapor Mbak Wali 112, alumnus Magister Kenotariatan Universitas Airlangga Surabaya ini juga menelurkan Mobil Pelayanan Masyarakat (Mobmas). Keberadaan mobil di setiap kelurahan ini memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan publik secara langsung dan cepat.

Di bidang perlindungan sosial, Mbak Wali menghadirkan ATM beras gratis bagi warga kurang mampu. Kemudian, di bidang kesehatan juga dilakukan penambahan jam layanan di puskesmas.

Demikian pula kerja sama dengan seluruh rumah sakit (RS) di Kota Kediri untuk memastikan tidak ada warga Kota Kediri yang ditolak saat mengakses pelayanan darurat di sana. “Tidak boleh ada warga Kota Kediri yang kesulitan mengakses layanan kesehatan atau ditolak saat berobat di rumah sakit. Termasuk di RS swasta,” terang wali kota termuda di Indonesia itu.

Khusus untuk bidang pendidikan, Mbak Wali juga membuka akses seluas-luasnya bagi warga Kota Kediri untuk menempuh pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Caranya tidak melulu menggunakan anggaran daerah. Melainkan menjalin kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi dan menelurkan beasiswa.

Untuk pendidikan dasar juga disiapkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa). “Anggaran BOSDa ini untuk memastikan seluruh biaya pendidikan tercukupi dan tidak ada lagi praktik pungutan di sekolah,” papar Mbak Wali. 

HARUS SEJAHTERA: Mbak Wali menyapa warga Kota Kediri. Selain menggelontor berbagai jenis bantuan sosial, orang nomor satu di Pemkab Kediri ini juga menggratiskan berbagai jenis pelayanan kesehatan.
HARUS SEJAHTERA: Mbak Wali menyapa warga Kota Kediri. Selain menggelontor berbagai jenis bantuan sosial, orang nomor satu di Pemkab Kediri ini juga menggratiskan berbagai jenis pelayanan kesehatan.

IPM Terkerek Naik, Investasi Tumbuh hingga Puluhan Miliar

Perhatian Wali Kota Vinanda Prameswati yang tinggi pada bidang pendidikan berdampak positif pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri. Setahun memimpin Kota Kediri, IPM yang semula 81,88 naik menjadi 82,71.

Bertalian dengan peningkatan IPM tersebut, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga turun sebesar 0,47 persen. Hal tersebut sekaligus merupakan dampak nyata dari berbagai kebijakan yang inklusif. Serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Meski setahun terakhir perekonomian Kota Kediri sangat dinamis, bagi Mbak Wali hal tersebut merupakan tantangan sekaligus peluang. Untuk memperkuat perekonomian, Pemkot Kediri berperan aktif sebagai tuan rumah berbagai event olahraga tingkat nasional. Mulai dari event catur, taekwondo, push bike, dan banyak event lain yang berdampak positif bagi ekonomi masyarakat Kota Kediri.

Kondisi perekonomian Kota Kediri yang terus naik juga ditunjukkan oleh jumlah usaha mikro di Kota Tahu yang 2025 lalu tumbuh. Yakni mencapai 10.322 usaha. “Untuk terus menguatkan serta menumbuhkan UMKM, kami bangun kolaborasi aktif dengan berbagai pihak,” tutur Mbak Wali.

Salah satunya kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui program Z-Mart. Perluasan akses pasar juga dilakukan dengan memperkuat sinergi dengan Kadin se-Jawa Timur.

Kerja sama tersebut sekaligus membuka jalan bagi UKM untuk menembus pasar internasional. Yaitu melalui pelatihan ekspor dan kurasi produk. Penataan pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan secara humanis juga berhasil mencegah gejolak. Misalnya, penataan PKL di Jl Joyoboyo dan Jl Patiunus yang direlokasi ke halaman depan Pasar Banjaran. Di sana mereka dibekali dengan gerobak khusus.

Terobosan di berbagai bidang yang dilakukan oleh Mbak Wali tersebut berbuah manis. Kepercayaan investor terhadap Kota Kediri meningkat. Indikasinya, jumlah investasi 2025 lalu naik signifikan dibanding 2024.

Jika realisasi investasi di Kota Kediri 2024 lalu sebesar 1,55 triliun, tahun 2025 menjadi 1,62 triliun atau naik lebih dari Rp 75 miliar dalam setahun. “Kenaikan investasi ini didukung oleh letak strategis Kota Kediri yang dekat dengan Bandara Dhoho dan optimalisasi pelayanan perizinan di Mal Pelayanan Publik (MPP) di Dhoho Plaza,” papar Mbak Wali.

Diakuinya, sistem digital Online Single Submission (OSS) memberi kemudahan perizinan dan menjamin transparansi bagi investor. Mereka pun tak ragu berinvestasi di bidang agrobisnis, manufaktur, serta meeting, incentive, conference and exhibitions (MICE). (pkp/ut)

CINTA LANSIA: Mbak Wali menyapa lansia yang bersiap mengakses layanan bantuan sosial. Di pemerintahannya, lansia mendapat berbagai jenis program agar mereka berdaya di usia senja
CINTA LANSIA: Mbak Wali menyapa lansia yang bersiap mengakses layanan bantuan sosial. Di pemerintahannya, lansia mendapat berbagai jenis program agar mereka berdaya di usia senja

Perkuat Identitas Daerah, Kembangkan Kediri City Tourism

Dalam pemerintahannya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati juga bertekad untuk memperkuat identitas Kota Kediri. Salah satunya melalui pengembangan Kediri City Tourism.

“Kami menghidupkan beberapa event ikonik. Mulai event Dhoho Night Carnival, Napak Tilas Panglima Jenderal Soedirman Kediri-Bajulan. Kemudian, Kediri Scooter Festival, Makan Pecel Tumpang Bersama, dan banyak event keren lainnya,” ungkap Mbak Wali.

Tak hanya mendongkrak sektor pariwisata lewat multievent,prestasi di bidang olahraga juga terus dipacu. Orang nomor satu di Pemkot Kediri itu bersyukur, prestasi olahraga Kota Kediri 2025 lalu merupakan yang terbaik dalam satu dekade terakhir.

Di antaranya, Kota Kediri berhasil mempertahankan tradisi juara di ajang Porprov Jatim IX 2025. Yakni, dengan duduk di peringkat ke empat dengan raihan 69 emas, 53 perak, dan 50 perunggu.

Untuk ajang Keparprov Jatim 2025, kontingen National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) pertama Kota Kediri berhasil menduduki juara umum 3. Sedangkan kontingen kedua duduk di peringkat 38 dari 80 kontingen kota/kabupaten se-Jawa Timur.

Tak membangun karakter sportif lewat olahraga, Kota Kediri di bawah kepemimpinan Mbak Wali juga berkomitmen mendukung pembinaan karakter generasi muda. Caranya dengan berkolaborasi dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), karang taruna, pramuka dan organisasi kepemudaan lainnya.

Khusus untuk Pramuka, Gugus Depan Kota Kediri SMPN 4 dinobatkan sebagai gugus depan paling kreatif di lomba Iklim Gugus Depan Pramuka Jawa Timur 2025. Kemudian, Pramuka MAN 1 Kota Kediri yang mewakili Kwarcab Kota Kediri berhasil meraih juara 2 di lomba yang sama. “Pembinaan organisasi kepemudaan akan terus kami lanjutkan karena ini sekaligus wujud pembentukan karakter generasi muda Kota Kediri,” tandas Mbak Wali.

 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#Satu Tahun Kepemimpinan #wali kota kediri vinanda prameswati #Mbak Wali #program kerja #kota kediri