KEDIRI, JP Radar Kediri- Harga cabai kembali melonjak. Kemarin, di pasar harga per kilogramnya tembus Rp 90 ribu.
Kenaikan itu dirasakan petani di Kecamatan Gurah. Zulaikah, 55, petani cabai asal Desa Tambakrejo, Kecamatan Gurah mengaku saat ini panen cabai sudah memasuki masa panen awal.
Harga di petani pun sudah tinggi. “Alhamdulillah sudah mulai untung, padahal ini belum pertengahan petik,” akunya.
Dia menduga, kenaikan harga cabai kali ini karena pengaruh kurangnya stok di lapangan. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat sebagian tanaman terserang penyakit patek.
Sehingga buah yang rusak tidak bisa dijual. Hal itu membuat pasokan cabai menjadi berkurang. Ia menyebut, kualitas dan kondisi buah sangat menentukan harga di pasar.
Baca Juga: Update Harga Pangan Ramadhan 2026: Cek 5 Tips Belanja Hemat untuk Kebutuhan Puasa
“Penyebab harga mahal adalah kualitas dan kondisi buah kurang bagus. Jadi stok berkurang karena ada yang rusak,” jelasnya.
Apalagi saat ini tanaman cabai kerap diguyur hujan lebat. Itu menjadi penyebab cabai mudah terserang penyakit.
Untuk mencegah meluasnya kerusakan, buah yang terserang harus segera dipetik dan dilakukan penyemprotan obat jamur.
Zulaikah berharap kenaikan harga ini bisa bertahan agar petani mendapat hasil yang layak.
Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, Suyono mengatakan, kini harga cabai rawit mencapai Rp 87 ribu.
Dia mengaku stoknya kian menipis. Menipisnya stok karena pengaruh hujan dan kematangan cabai terhambat.
"Kematangan atau merahnya cabai karena kondisi hujan terus-menerus," jelasnya. Adapun di pasar harganya bisa tembus Rp 90 ribu.
Editor : Andhika Attar Anindita