Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemdes Wonosari Pagu All-Out Tingkatkan Layanan Kesehatan Desa

Diana Yunita Sari • Jumat, 13 Februari 2026 | 19:00 WIB

Program kesehatan di Desa Wonosari (Diana Yunita)
Program kesehatan di Desa Wonosari (Diana Yunita)

JP Radar Kediri - Desa Wonosari, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri memiliki berbagai inovasi menarik untuk meningkatkan kesehatan warganya. Beberapa di antaranya meliputi layanan Pondok Bersalin Desa (Polindes), Integrasi Layanan Primer (ILP), hingga Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Polindes Desa Wonosari berlokasi di dalam kawasan kantor desa. Polindes buka setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 07.00 sampai 12.00 WIB. Pelayanannya mencakup pemeriksaan bagi ibu hamil, anak-anak, hingga lansia.

“Layanan buka setiap hari kerja. Banyak warga yang mampir, misalnya untuk tensi, cek gula darah, atau sekadar pemeriksaan awal,” ungkap Zainun Maisaroh, asisten bidan Desa Wonosari.

Zainun menceritakan bahwa sebelum pandemi Covid-19, Polindes Desa Wonosari merupakan salah satu polindes yang paling ramai dikunjungi warga. Namun, layanan sempat ditutup total selama pandemi. Tetapi kini secara perlahan mulai aktif kembali.

Saat ramai, rata-rata pengunjung Polindes mencapai 10 hingga 12 orang per hari. Didominasi oleh lansia dan ibu hamil. Selain pemeriksaan dasar, Polindes juga melayani pemberian obat ringan sesuai keluhan pasien.

“Misalnya ada yang mengeluh sakit kepala, kami berikan obat. Layanan di sini juga tersambung dengan Puskesmas Pagu. Jadi, daripada warga mengantre lama di puskesmas, mereka bisa memeriksakan diri ke sini terlebih dahulu,” lanjutnya.

Selain pemeriksaan kesehatan umum, Polindes juga memiliki program pemasangan kontrasepsi. Khususnya jenis KB suntik tiga bulanan. Biaya yang dikenakan pun sangat terjangkau, yakni Rp 35 ribu.

Zainun menyebut antusiasme warga terhadap program KB sangat tinggi. Terlihat dari banyaknya ibu-ibu yang datang ke Polindes untuk mendapatkan suntikan. Selain kegiatan rutin di Polindes, pemdes juga aktif melaksanakan Posyandu ILP sebulan sekali.

“Kebetulan program kesehatan di sini cukup banyak. Layanan ILP tersebar di tiga pos. Di pos ini, semua layanan terintegrasi menjadi satu sehingga warga diberikan nomor urut dan dibedakan berdasarkan jenis pemeriksaan kesehatannya,” jelas Zainun.

Pemdes juga rutin memberikan Makanan Tambahan (PMT) dengan menu yang mayoritas tinggi protein disertai buah-buahan sesuai anjuran ahli gizi. Menu tersebut dimasak langsung oleh kader posyandu, biasanya berupa soto dengan lauk ayam dan telur.

 Terkait penanganan stunting, Pemdes Wonosari bekerja sama dengan pihak puskesmas. Anak-anak yang terindikasi stunting serta ibu hamil dengan kondisi rentan akan mendapatkan bantuan susu secara berkala.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#program desa #kabupaten kediri #kediri #desa wonosari #polindes #ilp #PMT #kecamatan pagu #program kesehatan #Integrasi Layanan Prima (ILP) #PMT Balita