Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Progres Pasar Ngadiluwih Kurang Banyak, Pemkab Kediri Beri Kesempatan Kedua kepada Pelaksana Proyek

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 10 Februari 2026 | 03:00 WIB

  TERUS DIKEBUT: Pekerja menyelesaikan pembangunan los Pasar Ngadiluwih. Proyek yang seharusnya selesai akhir Desember itu diperpanjang hingga akhir Januari ini. (Foto: Wahyu Adji)
TERUS DIKEBUT: Pekerja menyelesaikan pembangunan los Pasar Ngadiluwih. Proyek yang seharusnya selesai akhir Desember itu diperpanjang hingga akhir Januari ini. (Foto: Wahyu Adji)
KEDIRI, JP Radar Kediri- Keinginan melihat Pasar Ngadiluwih yang baru terpaksa harus ditunda lagi.

Penyelesaian pasar yang berada di Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih itu kembali molor.

Tenggat yang ditetapkan Pemkab Kediri kepada pelaksana proyek berjalan sesuai rencana.

Seharusnya, bila mengacu pada pemberian kesempatan pertama, pasar yang sempat terbakar hebat sebelum rekonstruksi ini harus kelas 29 Januari ini.

Baca Juga: Pemdes Tugurejo Ngasem Kediri Gencarkan Program Peduli Lingkungan

Sayang, hingga tenggat waktu itu pihak kontraktor belum bisa menyelesaikan sepenuhnya.

Akhirnya pemkab melalui dinas perdagangan dan perindustrian (disdagin) memberikan kesempatan kedua kepada rekanan tersebut.

"Kesempatan pertama kemarin berakhir dengan sisa pekerjaan kurang dari satu persen. Setelah kami evaluasi, identifikasi, dan penandatanganan usulan kontraktor serta masukan dari konsultan pengawas dan LKPP, kami memutuskan memberikan kesempatan kedua," kata Kepala Disdagin Tutik Purwaningsih kemarin.

Baca Juga: Pemkab Waswas Pedagang Nekat Naikkan Harga Jelang Ramadan

Penegasan itu diberikan Tutik ketika melakukan monitoring rutin di Pasar Ngadiluwih kemarin.

Pihak disdagin juga disertai konsultan saat melakukan hal tersebut.

Dalam monitoring tersebut terlihat kondisi pasar yang masih terus dalam pengerjaan. Seperti pemasangan fasad, pembenahan pagar, dan beberapa item finishing lainnya.

Tutik menambahkan, pemberian kesempatan kedua mengacu pada Perpres Nomor 16 Tahun 2018 serta regulasi LKPP Nomor 12 Tahun 2021.

Baca Juga: Bupati Dhito Bagikan Puluhan Alsintan ke Petani, akan Tambah Ratusan Traktor Lagi

Secara aturan, pemberian kesempatan lanjutan dimungkinkan sepanjang kemajuan pekerjaan hampir selesai dan masih dapat dipertanggungjawabkan.

Tujuannya agar pasar bisa benar-benar dimanfaatkan pada tahun 2026 ini.

"Ini bagian dari mitigasi kami supaya tidak ada proyek yang mangkrak. Sesuai arahan pimpinan, proyek Pasar Ngadiluwih harus diselesaikan. Kami berharap sisa pekerjaan ini bisa segera diselesaikan," imbuhnya.

Baca Juga: Bupati Dhito Bagikan Puluhan Alsintan ke Petani, akan Tambah Ratusan Traktor Lagi

Tutik menegaskan, dalam pengerjaan pasar ini ada beberapa evaluasi yang sempat diberikan ke kontraktor.

Seperti pemasangan fasad yang tidak sesuai dengan permintaan.

Menurutnya, fasad tersebut sebelumnya sudah terpasang, namun belum diterima arah karena tidak sesuai spesifikasi. Sehingga perlu dilakukan pembenahan ulang.

“Ada juga koreksi pada pekerjaan pagar akibat leveling yang tidak sesuai sehingga harus dibenahi terlebih dahulu,” jelas Tutik sambil menyebut ada pekerjaan pembersihan dan pelapisan di beberapa area selasar yang juga jadi catatan.

Baca Juga: Bupati Dhito Bagikan Puluhan Alsintan ke Petani, akan Tambah Ratusan Traktor Lagi

Untuk kesempatan kedua ini, kontraktor diberikan waktu selama 50 hari dan akan berakhir pada 21 Maret 2026.

Namun Disdagin tekanan agar rekanan melakukan percepatan pekerjaan.

“Kalau sesuai action plan dan tenaga yang profesional, mudah-mudahan tidak sampai satu bulan sudah selesai,” harap Tutik.

Meski diberikan kesempatan tambahan, sanksi denda tetap berjalan. Nilainya sekitar Rp 23 juta per hari selama masa keterlambatan.

Baca Juga: 83 Perempuan dan Anak di Kediri Alami Kekerasan, Mayoritas Pelaku Orang Terdekat Sendiri

Sementara itu, fasilitas utama penunjang operasional pasar seperti air bersih, listrik, CCTV, dan tata suara dipastikan sudah terpasang dan berfungsi setelah dilakukan uji coba.

Tutik menambahkan, jumlah pekerja saat ini tidak banyak karena fokus hanya pada pekerjaan fasad dan pagar. Rata-rata sekitar 30 pekerja per hari.

“Secara kemajuan per hari ini sudah 99,101 persen. Sisanya memang kecil, tapi butuh usaha besar,” tutupnya.

Baca Juga: Dalam Sebulan Kunjungan Museum Sri Aji Joyoboyo Kediri Tembus Ribuan

Terpisah, Tenaga Ahli Konsultan Independen Hadi Wiyono mengatakan bahwa dalam proses pembangunan pasar, kecuali bersama dengan pemkab terus melakukan kontrol.

Dia berharap, dengan adanya pemantauan secara berkala maka penyelesaian pasar bisa rampung sesuai dengan perpanjangan waktu yang diberikan itu.

“Kemungkinan terjeleknya baru selesai 50 hari. Harapannya tidak sampai 50 hari sudah selesai,” jelasnya. 

 Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kecamatan ngadiluwih #kabupaten kediri #desa purwokerto #Disdagin #pasar ngadiluwih