Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sidak Pasar Pahing, Wali Kota Vinanda Temukan Takaran Minyakita Curang dan Harga Pangan Melejit

Ayu Ismawati • Selasa, 10 Februari 2026 | 21:37 WIB

 

(Dari kiri) Kepala Disperdagin Kota Kediri M. Ridwan, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Kepala Bulog Kediri Harisun, dan Dirut Perumda Pasar Joyoboyo saat cek Minyakita di Pasar Pahing (10/2).
(Dari kiri) Kepala Disperdagin Kota Kediri M. Ridwan, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Kepala Bulog Kediri Harisun, dan Dirut Perumda Pasar Joyoboyo saat cek Minyakita di Pasar Pahing (10/2).

KEDIRI, JP Radar Kediri- Jelang perayaan Imlek dan puasa Ramadan, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati melakukan sidak di Pasar Pahing, kemarin (10/2). Hasilnya, harga sejumlah bahan pokok mulai merangkak naik.

Selebihnya, tim juga menemukan minyak goreng subsidi Minyakita yang takarannya tak sesuai.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, Vinanda melakukan sidak bersama Perum Bulog Kediri, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, dan Perumda Pasar Joyoboyo.

Setibanya di Pasar Pahing, dia langsung berbincang dengan pedagang. Menanyakan perkembangan harga bawang, cabai, minyak goreng, daging ayam, hingga daging sapi.

Dari beberapa komoditas tersebut, harga cabai, bawang putih, dan bawang merah mulai naik. Selanjutnya, Vinanda juga mengambil sampel beberapa kemasan Minyakita dari berbagai produsen untuk dicek volumenya.

 “Kami ingin memastikan kebutuhan pokok masyarakat aman. Karena ini menjelang Imlek dan puasa Ramadan,” kata Vinanda kemarin (10/2).

Berdasarkan temuannya, harga cabai rawit yang sebelumnya sekitar Rp 83 ribu per kilogram (kg), sudah menyentuh harga Rp 90 ribu per kg. Menyikapi itu, pemkot akan menyiapkan beberapa rencana.

Di antaranya, koordinasi dengan produsen maupun distributor untuk mencari tahu penyebabnya.

“Tadi ada beberapa produsen yang menyampaikan bahwa memang di lapangan karena hujan, jadi gagal panen,” terang Vinanda tentang faktor pasokan cabai yang terhambat itu.

Selebihnya, pemkot akan melakukan intervensi dengan melaksanakan operasi pangan murah. Sehingga, harga bahan pokok yang mulai naik ini bisa kembali stabil.

Terkait takaran Minyakita yang tidak sesuai, Vinanda menyebut pemkot melakukan sampling kuantitas minyak goreng subsidi dari empat produsen yang berbeda. Dari masing-masing produsen, diambil satu sampel kemasan Minyakita untuk diukur di alat terstandar.

Dari empat sampel yang dicek, ada satu kemasan yang ditemukan selisih hingga 20 mililiter (ml).

“Tadi kan baru ngecek satu (produk dari masing-masing produsen, Red).  Nanti dari indag akan melakukan pengecekan lagi dengan merek yang sama akan dicek beberapa kemasan. Apabila ditemukan masih kurang, yang bisa kami lakukan, kami akan komunikasi dulu dengan produsen dan distributor terkait, apabila memang terjadi kecurangan, ya dilakukan penegakan hukum,” jelasnya.

Temuan tersebut, beber Vinanda, akan diverifikasi dengan mengukur beberapa produk lain dari merek yang sama. Dengan demikian akan diketahui apakah selisih volume itu karena faktor kesengajaan atau tidak.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kediri Harisun mengatakan, meski harga beberapa komoditas naik jelang Imlek dan Ramadan, menurutnya suplai bahan pangan di Kediri masih dalam taraf aman.

Terutama bahan pokok seperti beras dan minyak goreng jenis Minyakita yang harganya stabil.

“Stoknya juga sangat melimpah. Lagi pula sudah satu bulan ini kami lakukan penyerapan (beras, Red). Untuk beras SPHP juga banyak yang dijual di pasar dan Minyakita pun kebetulan kami ada penugasan baru,” ungkap Harisun ditemui di Pasar Pahing.

Minyak goreng subsidi itu menurutnya sudah di-dropping hampir di seluruh wilayah Kota dan Kabupaten Kediri. Termasuk Pasar Pahing, Pasar Setonobetek, dan Pasar Bandar di Kota Kediri.

“Alhamdulillah untuk Minyakita ini sudah stabil. Di Jawa Timur, (stok) warnanya sudah hijau semua sejak dua minggu yang lalu karena dimonitor terus oleh Pemerintah Pusat setelah dropping,” beber Harisun.

Alokasi penyaluran Minyakita, kata Harisun, juga menyesuaikan permintaan. Di Kediri Raya saat ini total pasokan mencapai 142 ribu liter. Stok itu akan langsung didistribusikan secara merata.

“Persyaratannya  hanya NIB (Nomor Induk Berusaha) dan KTP (Kartu Tanda Penduduk), sama duit. Sudah itu saja. Karena kami dropping langsung bayar,” jelasnya tentang mekanisme distribusi.

Terkait temuan selisih takaran pada Minyakita, menurutnya saat ini ada banyak produsen yang menyalurkan minyak goreng itu. Untuk memverifikasi temuan, tes ulang harus dilakukan pada sedikitnya lima produk dari produsen yang sama.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan apakah temuan selisih itu disebabkan error sementara atau memang disengaja oleh produsen.

“Kalau sudah lima kali dicek dan rata-ratanya sama, berarti memang dari produsennya kurang (takarannya, Red),” terang Harisun menyebut harga eceran tertinggi (HET) Minyakita masih sesuai ketentuan. Yaitu Rp 15.700 per liter.

Sedangkan untuk beras program stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP), rata-rata dijual Rp 58 ribu per 5 kg. Harga itu menurutnya masih di bawah HET yang ditetapkan Rp 62.500 per 5 kg. 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : rekian
#ramadhan #wali kota kediri #sidak pasar #MinyaKita #Vinanda #Vinanda Prameswati #pasar pahing #imlek