Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dua Ruang Kelas SDN 1 Ngablak Kediri Terdampak Koperasi Merah Putih, Begini Kronologinya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 10 Februari 2026 | 06:00 WIB
ALIH FUNGSI: Siswa bersepeda di Kawasan SDN 1 Ngablak, Kecamatan Banyakan. Dua ruang SD tersebut akan digunakan untuk KDMP. (Foto: WAHYU ADJI F/JPRK)
ALIH FUNGSI: Siswa bersepeda di Kawasan SDN 1 Ngablak, Kecamatan Banyakan. Dua ruang SD tersebut akan digunakan untuk KDMP. (Foto: WAHYU ADJI F/JPRK)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Dua ruang kelas SDN 1 Ngablak terdampak pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Alhasil, kegiatan belajar dan mengajar (KBM) dilakukan di luar ruangan untuk sementara. Itu karena aula sekolah yang bisa ditempati harus diperbaiki terlebih dahulu.

Untuk diketahui, lahan yang ditempati SDN 1 Ngablak tersebut merupakan tanah kas desa (TKD).

Pantauan koran ini, proses pembongkaran ruang kelas terdampak sudah dilakukan kemarin. Bagian atap kedua kelas tersebut sudah dibongkar. Sementara itu, siswa kelas II belajar di teras ruang kelas lain.

Kondisi tersebut diamini oleh Kepala SDN 1 Ngablak Sugeng Hariyadi. “Iya betul. Yang terdampak kelas II A dan B,” jelasnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kediri.

Menurut Sugeng, sebenarnya ada dua ruang yang bisa digunakan untuk siswa-siswa terdampak.

Yakni aula sekolah. Namun, dalam waktu dekat ini masih belum bisa difungsikan.

Sebab atapnya masih bocor. Sehingga perlu dilakukan pembenahan. Apalagi, saat ini musim hujan.

“Sekarang sambil menunggu kesiapan di aula, belajar di emperan depan kantor” ucapnya.

Walau begitu, dia memastikan KBM tidak terganggu. Sebelumnya, Sugeng telah melakukan pengajuan revitalisasi ruangan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.

Dengan adanya kondisi itu dia berharap rehab bisa segera dilakukan.

“Saya tidak menolak. Ini kepentingan negara. Dengan berdirinya koperasi mudah-mudahan bisa memberikan kemaslahatan. Memberikan perubahan signifikan khususnya untuk wilayah Ngablak,” jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Desa Ngablak Fico Urifando Cesario mengatakan bahwa SDN 1 Ngablak menempati TKD.

Pemilihan pembangunan KDMP di sana karena lokasinya di pinggir jalan dan representatif.

Selain itu, ruang kelas SDN 1 Ngablak sisi selatan sudah tidak terpakai sejak sepuluh tahun.

“Desa sudah bersurat ke kabupaten. Dan sudah turun surat jawaban dari kabupaten,” jelasnya saat ditemui di Balai Desa Ngablak

Fico menyebut bahwa keputusan itu juga sesuai dengan hasil musyawarah desa dengan berbagai pihak.

Setelah mendapat surat dari kabupaten, pembongkaran bangunan langsung dilakukan. Bangunan tersebut juga dilelang oleh Pemkab Kediri untuk masuk kas daerah.

“Lahan yang dipakai 1.100 meter persegi. Termasuk ruang kelas SD. Ruang kelas itu 200-an meter persegi,” tandas Fico.

Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan, pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

“Saya akan cek dulu detailnya. Tapi, yang jelas pendidikan tetap yang paling utama. Pak Presiden juga mengutamakan itu (pendidikan),” kata Dhito sembari menyebut dirinya akan mengecek kondisi lapangan lebih dulu.  

Editor : Andhika Attar Anindita