JP Radar Kediri– Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri akan terus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar.
Hal itu dilakukan untuk memastikan tidak ada pedagang nakal yang nekat menjual dengan harga tinggi demi meraup keuntungan besar.
Kepala Disdagin Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, berkomitmen untuk terus menekan harga agar tidak melampaui harga eceran tertinggi (HET).
Khususnya menjelang momentum Ramadan yang akan dilaksanakan sebentar lagi. Dia menjelaskan, kenaikan permintaan kebutuhan pokok seperti telur dan tepung terigu merupakan hal yang lazim.
Terutama menjelang momen puasa dan lebaran. Namun, hal itu bukan alasan bagi pelaku usaha untuk menaikkan harga seenaknya.
Setelah melakukan pengecekan stok dan harga bersama Deputi Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Kecamatan Puncu, Pengecekan juga dilakukan di Pasar Induk Pare pada Jumat (6/2) lalu.
Tutik mendesak produsen dan pedagang agar tetap berpegang pada HET yang telah ditetapkan pemerintah.
"Sudah pasti masyarakat butuh, lalu harga dinaikkan seenaknya, itu yang tidak boleh. Seperti telur, minimal harus kami tekan di bawah HET Rp 30 ribu. Kami butuh sinergi pelaku usaha untuk membantu menstabilkan harga," lanjutnya.
Bertambahnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kediri juga berpengaruh terhadap kenaikan kebutuhan bahan pangan jelang Ramadan.
Tutik menyebutkan perkiraan kenaikan permintaan mencapai 10-20 persen dari kondisi normal namun hal itu sangat bergantung pada ketersediaan stok.
Ia mencontohkan, jika terdapat kenaikan kebutuhan sebesar 20 persen sementara stok tidak bertambah.
Maka hal tersebut dapat memicu kelangkaan barang. Untuk mencukupi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memerlukan skala tambahan.
Tutik menekankan kepada para pedagang untuk memprioritaskan kebutuhan di dalam kabupaten terlebih dahulu sebelum menjual produk ke luar daerah.
“Meskipun dari segi harga akan sedikit kompetitif, tapi itu merupakan bentuk komitmen. Kita punya tanggung jawab di wilayah sendiri. Ini yang terus kami sosialisasikan kepada teman-teman pelaku usaha,” sambungnya.
Berdasarkan data Satgas Pangan, stok kebutuhan pokok di kawasan Kediri dipastikan aman hingga hari raya Idul Fitri mendatang.
Oleh karena itu, Tutik mengimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam aksi borong (panic buying) yang justru bisa merusak psikologi pasar.
"Jika masyarakat panik dan menimbun stok, itu akan menimbulkan citra situasi yang tidak bagus dan memicu harga semakin tinggi," jelas Tutik.
Editor : Andhika Attar Anindita