KEDIRI, JP Radar Kediri - Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih, bersama jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri melakukan pengecekan harga bahan pokok di Pasar Induk Pare.
Pengecekan ini meliputi monitoring harga berbagai bahan pangan seperti cabai, bawang merah, dan beras menjelang Ramadan.
“Memang untuk kebutuhan bahan pokok ini harus sering dilakukan monitoring dan evaluasi. Mengingat momen puasa dan Hari Raya Idulfitri kali ini waktunya cukup berdekatan dengan Nataru kemarin,” ungkapnya.
Selain oleh Disdagin dan DKPP, pantauan stok dan harga di Kabupaten Kediri juga dihadiri oleh pihak Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Andriko Noto Susanto.
Pantauan tersebut menyasar pasokan telur ayam dan cabai dari Kecamatan Puncu. “Dari Pak Deputi, ada beberapa komoditas yang menjadi perhatian, salah satunya cabai yang merupakan komoditas dengan fluktuasi harga luar biasa dan sering menjadi penyebab inflasi,” lanjut Tutik.
Tutik menyebutkan bahwa pihak Bapanas telah menugaskan pihaknya untuk terus memantau harga bahan pokok di Pasar Induk, mengingat pasar tersebut merupakan salah satu barometer nasional.
Diketahui harga cabai lokal Kediri mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir hingga mencapai Rp75 ribu.
Kenaikan ini dipicu oleh banyaknya tanaman cabai yang rusak dan busuk akibat cuaca ekstrem serta serangan penyakit jamur.
Kerusakan rata-rata mencapai 35 persen di Jawa Timur, termasuk di Kediri yang merupakan salah satu sentra cabai.
“Kami tadi berdiskusi dengan teman-teman asosiasi dan nanti juga akan berdiskusi dengan pedagang besar di sini. Prediksinya, mudah-mudahan sampai hari raya nanti tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan,” pungkasnya. (na)
Editor : Andhika Attar Anindita