Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bupati Dhito Bagikan Puluhan Alsintan ke Petani, akan Tambah Ratusan Traktor Lagi

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 6 Februari 2026 | 06:00 WIB
MODERN: Bupati Dhito mengemudikan traktor sebelum diserahkan ke petani.
MODERN: Bupati Dhito mengemudikan traktor sebelum diserahkan ke petani.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Ribuan petani di Kabupaten Kediri bisa memangkas biaya tanam hingga jutaan rupiah. Itu setelah Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana membagikan puluhan alat pertanian pada Kamis (5/2). Berbagai jenis alat tersebut dapat digunakan oleh kelompok petani secara bergantian dan gratis.

Dalam pengiriman bantuan sekitar pukul 12.00 kemarin, pria yang akrab disapa Dhito itu mengatakan, puluhan unit alsintan yang diserahkan kemarin disesuaikan dengan kebutuhan petani.

Baca Juga: Warga Kediri Raya Wajib Tahu: Cara Cek 52 Ribu Kepesertaan BPJS PBI JK yang Dinonaktifkan!

Baik itu traktor roda empat, traktor roda dua, pemanen gabungan , dan lainnya. “Totalnya kurang lebih ada 70 lebih alat alsintan,” kata Dhito.

Traktor, lanjut Dhito, merupakan alat yang paling dibutuhkan petani untuk membajak sawah.

Jika selama ini sebagian besar masih membajak secara manual, ke depan mereka semakin dimudahkan dengan mesin tersebut.

Baca Juga: Dewan Bakal Sidak Minyakita Lampaui HET, Pedagang Klaim Beli dari Agen Sudah Mahal

Terutama saat mengolah lahan untuk komoditas jagung, tebu, dan padi.

Traktor roda empat prioritas menjadi karena dinilai lebih efektif untuk lahan yang luas.

Meski di tengah efisiensi anggaran, suami Eriani Annisa itu menegaskan, Pemkab Kediri tetap mampu mendapatkan bantuan tersebut.

Dhito berharap keberadaan alsintan itu akan mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional.

Baca Juga: 83 Perempuan dan Anak di Kediri Alami Kekerasan, Mayoritas Pelaku Orang Terdekat Sendiri

“Kami bersungguh-sungguh, bekerja untuk memenuhi target Presiden terkait swasembada gula. Tahun ini ada sekitar 7.000 hektare lahan yang kita bongkar ratoon. Dari situ Kabupaten Kediri mendapat apresiasi dan diberikan keleluasaan untuk menyejahterakan petani,” paparnya.

Selain puluhan alsintan yang diumumkan kemarin, menurut Dhito tahun ini Pemkab Kediri juga akan kembali menyampaikan bantuan traktor. Jumlahnya sekitar 190 unit.

Baca Juga: Pemkot Bakal Lanjutkan Pembangunan Alun-Alun Kota Kediri, Siap Bayar Rp 6,6 Miliar

Dengan banyaknya bantuan traktor dan jenis alsintan lain, bapak dua anak itu berharap petani Kediri bisa lebih sejahtera. Sebab, biaya tanam bisa dipangkas.

Penggunaan teknologi pertanian, harap Dhito, juga bisa memikat lebih banyak anak muda untuk masuk ke sawah menjadi petani.

“Produksi pertanian bisa meningkat. Petani juga tidak didominasi usia 50 tahun ke atas. Harus banyak yang 40 tahun ke bawah,” tutur Dhito senang melihat banyak petani muda yang kemarin ikut menerima bantuan alsintan.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Sukadi menambahkan, penyaluran alsintan kemarin menyasar 174 kelompok tani.

Baca Juga: Dalam Sebulan Kunjungan Museum Sri Aji Joyoboyo Kediri Tembus Ribuan

Mereka terdiri dari kelompok tani dan taruna tani.

Selain alsintan, kemarin juga diserahkan sarana produksi pertanian lainnya.

“Kami menyalurkan 51 unit traktor roda empat, 19 unit traktor roda dua, 11 unit traktor roda empat,” jelas Sukadi.

Tidak hanya itu, menurutnya dinas pertanian dan perkebunan (dispertabun) juga membangun 301 unit irigasi tanah dangkal, enam pompa air, 11 handsprayer , dan dua rotavator.

Baca Juga: Mbak Wali Hadiri Rakornas, Siap Integrasikan Kebijakan Nasional dengan Pembangunan Daerah

“Kami juga menyampaikan bantuan benih padi sebanyak 75 ton.Untuk total 73 ton di antaranya disalurkan Februari ini,” urainya.

Terpisah, Anton Sunaryo, ketua Gapoktan Sumber Rejeki Desa Ngablak, Banyakan, mengaku sangat terbantu dengan bantuan traktor roda empat yang diterima kelompoknya.

Baca Juga: Suara Gemuruh Pesawat di Luar Jadwal Penerbangan? Ini Kata Manajemen Bandara Dhoho Kediri

Menurutnya, harga traktor yang mencapai ratusan juta rupiah itu tidak mungkin dijangkau petani secara mandiri.

“Saya senang sekali. Traktor ini sangat bermanfaat karena kalau beli sendiri jelas tidak mampu. Harganya bisa Rp 400 sampai 500 juta per unit. Dengan lahan desa sekitar 300 hektare, traktor ini sangat membantu untuk tebu, jagung, dan prioritas padi,” urainya.

Anton berharap pemerintah daerah bisa terus meningkatkan dukungannya pada pertanian.

Terutama terkait pupuk dan benih. Dengan demikian, hasil panen petani bisa terus meningkat. 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : rekian
#kabupaten kediri #bupati dhito #Alsinta #Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana #Bantuan Traktor