KEDIRI, JP Radar Kediri -Umrah langsung Kediri-Jeddah yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat akan segera terwujud.
Setelah perizinan Flyadeal selesai, maskapai berbiaya rendah dari Arab Saudi itu berencana membuka penerbangan pada Juni nanti.
Jadwal mundur karena mempertimbangkan pemesanan kursi pesawat jemaah yang biasanya dilakukan sejak awal tahun.
Chief Executive Officer Flyadeal Wilayah ASEAN Abdul Offar Musa mengatakan, persyaratan Flyadeal untuk melakukan penerbangan di Bandara Internasional Dhoho Kediri sudah hampir klir.
Proses perizinan sudah mencapai 90 persen. “Cuma ada satu lagi surat dari GACA ( General Authority of Civil Aviation ) untuk tambahan bilateral (bilateral tambahan),” ungkapnya tentang salah satu persyaratan yang masih harus dilengkapi.
Perlu diketahui, agar maskapai asing bisa melakukan penerbangan di bandara Indonesia, diperlukan izin dari negara asal maskapai dan dari Indonesia.
Setelah izin dari keduanya turun, maskapai akan mengantongi Foreign Air Operator Certificate (FAOC) yang jadi syarat penerbangan komersil maskapai asing.
Awal Desember 2025 lalu, GACA atau otoritas penerbangan Arab Saudi telah menyetujui penerbangan Flyadeal di Bandara Dhoho.
Selanjutnya, GACA juga sudah mengirimkan surat izin open sky Bandara Dhoho ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta.
Izin open sky , tutur pria yang akrab disapa Offar itu, juga sudah disetujui oleh Kemenhub.
Selain itu, mereka juga sudah meminta anak perusahaan Saudia Airlines itu untuk melakukan apply slot .
“Itu ( apply slot penerbangan di Kemenhub) team di Indonesia yang akan uruskan,” jelas warga negara Malaysia itu.
Baca Juga: Bisnis Kargo Bandara Dhoho Kediri Melesat, Peluang Baru Logistik Jawa Timur
Sebelumnya, Flyadeal bertujuan untuk membuka penerbangan umrah di Bandara Dhoho pada Februari ini.
Namun, melihat perkembangan terbaru, mereka memutuskan membuka rute Kediri-Jeddah Arab Saudi mulai Juni nanti.
Salah satu pertimbangannya, masyarakat yang hendak umroh sudah memesan kursi pesawat atau booking seat sejak awal tahun.
Sehingga, jika dipaksakan dibuka pada bulan Februari ini, sepi penumpang.
Baca Juga: Wah! Bandara Dhoho Kediri Layani Ribuan Penumpang saat Akhir Tahun
Pasalnya, jemaah yang umrah Februari atau beberapa bulan ke depan sudah memesan kursi sejak akhir tahun 2025 lalu.
“Sepertinya kita tidak sempat untuk mulakan (memulai penerbangan) sebelum Ramadhan ini. Lebih baik mulakan penerbangan perdana nanti bulan Juni,” jelas Offar sambil menyebut untuk jemaah umrah Februari dan Maret mayoritas sudah memesan pesawat sejak sebelumnya.
Alasan lainnya, jika penerbangan dibuka Februari ini, terhenti juga tidak memiliki waktu untuk melakukan persiapan.
ari sana, jadwal penerbangan Juni dinilai paling memungkinkan.
Baca Juga: Barindo Minta Insentif Penerbangan, Berkomitmen Ajak Maskapai Asing untuk Terbang di Bandara Dhoho
"(Juni) itu sudah musim umrah yang baru (setelah penutupan umrah di musim haji). Untuk 2026/2027," tandasnya memprediksi animo penumpang di musim umrah baru itu akan sangat tinggi.
Terpisah, General Manager (GM) PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Udara Internasional Dhoho Kediri Rahmat Yoni Saputra mengatakan, pihaknya masih menunggu konfirmasi terkait izin dan rencana pelaksanaan penerbangan dari maskapai Flyadeal.
Dari segi manajemen, Rahmat menyebutkan tetap menyiapkan fasilitas di Bandara Dhoho.
Terutama terkait pelayanan mereka kepada penumpang. “Untuk informasi lebih lanjut mohon dapat menunggu rilis resmi,” tuturnya singkat.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian