Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Darurat Kesehatan Mental di Kediri: 3.500 Warga Alami Gangguan Jiwa Karena Tekanan Ekonomi

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 31 Januari 2026 | 04:00 WIB

 

ODGJ yang sedang beristirahat di depan toko di area Gurah. Pengidap gangguan jiwa di Kabupaten Kediri capai ribuan. salah satu penyebab karena ekonomi (Foto: Asad MS)
ODGJ yang sedang beristirahat di depan toko di area Gurah. Pengidap gangguan jiwa di Kabupaten Kediri capai ribuan. salah satu penyebab karena ekonomi (Foto: Asad MS)

KEDIRI, JP Radar Kediri-Pengidap gangguan jiwa berat di Kabupaten Kediri terus bertambah.

Hingga akhir 2025 lalu, lebih dari 3.500 warga Bumi Panjalu yang masuk kategori orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kondisi ekonomi yang sulit jadi salah satu faktor pemicunya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Kediri dr Bambang Triyono Putro mengatakan, pada akhir 2024 lalu total ada 3.531 warga yang menderita skizofrenia dan psikotik akut.

Adapun akhir 2025 menjadi 3.599 orang atau bertambah 68 orang.

“Paling banyak dari Kecamatan Semen mencapai 175 orang. Berikutnya Ngasem dan Grogol masing-masing 157 orang, dan Badas 147 orang,” kata Bambang.

Ribuan ODGJ tersebut menurut Bambang ditangani di total 37 puskesmas di Kabupaten Kediri. “Bila sewaktu-waktu ada gawat darurat, baru dirujuk ke RSJ (Rumah Sakit Jiwa) Lawang Malang,” terangnya.

Bambang menegaskan, dari ribuan ODGJ tersebut, mayoritas pengidapnya merupakan laki-laki.

Yakni sebanyak 2.144 orang. Adapun 1.454 orang lainnya perempuan.

“Laki-laki cenderung menderita skizofrenia (gangguan jiwa akut). Sedangkan wanita ke arah depresi atau kecemasan,” terangnya tentang banyaknya laki-laki yang mengalami gangguan jiwa berat.

Mengapa ribuan orang tersebut mengalami gangguan jiwa? menurut Bambang ada beberapa faktor pemicunya.

Di antaranya karena faktor lingkungan atau tekanan di sekitarnya. Ada pula yang menderita gangguan jiwa karena faktor sosial dan ekonomi.

Secara lebih terperinci, ada yang mengalami gangguan jiwa karena faktor stressor.

Yakni peristiwa, situasi, atau stimulus dari internal maupun eksternal yang memicu stres pada seseorang.

Selain itu hormon juga memengaruhi. “Kondisi ekonomi yang sulit) pastinya juga bisa memicu,” terang Bambang membenarkan tentang kondisi ekonomi juga bisa jadi tekanan yang mengakibatkan gangguan kejiwaan.

Dengan banyaknya pengidap, Bambang menyebut, bahwa pihaknya terus melakukan pembinaan pada posyandu jiwa di setiap puskesmas.

Mereka menghadirkan dokter spesialis kesehatan jiwa dan petugas dari Panti Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. “Pembinaan kami lakukan secara berkala,” tandasnya.

Kasus ODGJ di Kabupaten Kediri

-Tahun 2024 total ada 3.531 orang yang mengalami skizofrenia dan psikotik akut

-Akhir 2025 kasusnya naik menjadi 3.599 orang yang tersebar di 26 kecamatan

-Kasus tertinggi didapati di Kecamatan Semen sebanyak 175 orang, Ngasem dan Grogol masing-masing 157 orang, dan Badas sebanyak 147 orang

-Dari ribuan ODGJ di Kabupaten Kediri, hingga akhir 2025 lalu ada 26 orang yang masih dipasung

 Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#ganguan jiwa #gangguan jiwa akut #dinkes #kecemasan #Bumi Panjalu #ekonomi sulit #odgj #ODGJ berat #RSBL #depresi #Skizofrenia