Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Timbulan Sampah di Kediri Tembus 41 Ribu Ton, Pare dan SLG Jadi Penyumbang Terbesar

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 29 Januari 2026 | 06:00 WIB

 

Kondisi TPA Sekoto, Badas yang penuh dengan timbunan sampah. (Foto: Wahyu Adji)
Kondisi TPA Sekoto, Badas yang penuh dengan timbunan sampah. (Foto: Wahyu Adji)

KEDIRI, JP Radar Kediri– Volume sampah di Kabupaten Kediri terus meningkat. Sepanjang 2025, total timbulan sampah tercatat mencapai 41.261 ton. Naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 36.480 ton. 

 

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri, Arman Fuadi menjelaskan, mayoritas sampah yang dihasilkan masih didominasi sampah organik.

Sebagian besar berasal dari aktivitas rumah tangga, seperti sisa makanan dan daun-daunan, serta sampah pasar yang juga didominasi jenis organik.

Berdasarkan data kiriman pengangkutan truk sampah, wilayah dengan kontribusi sampah terbesar berasal dari kawasan perkotaan.

Kecamatan dengan kepadatan penduduk tinggi tercatat menyumbang volume sampah lebih banyak dibandingkan wilayah pedesaan.

Baca Juga: Pemkot Kediri Bangun TPA 4 Tahun Ini, Proyeksikan Bisa Tampung 160 Ton Sampah per Hari

Kecamatan Pare dan kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) Ngasem menjadi penyumbang sampah paling dominan.

“Intinya, keberadaan penduduk yang tinggi sangat berpengaruh. Kehidupan masyarakat di daerah perkotaan cenderung lebih konsumtif dibandingkan di desa,” ujar Arman.

Selain sampah organik, sampah plastik juga masih menjadi persoalan. Persentasenya diperkirakan berada di kisaran 25 hingga 30 persen dari total timbunan sampah.

Meski bukan yang paling dominan, jumlah tersebut dinilai cukup besar dan memerlukan penanganan serius.

“Untuk menekan sampah plastik, Kabupaten Kediri sudah memiliki peraturan bupati baru tentang pembatasan penggunaan kemasan plastik sekali pakai. Harapannya, masyarakat dan seluruh elemen kegiatan bisa mengurangi penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

Perbup tersebut, lanjut Arman, terus disosialisasikan secara masif sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah dari sumbernya.

Di sisi lain, peningkatan volume sampah juga dipengaruhi oleh bertambahnya cakupan layanan DLH setiap tahun, termasuk penambahan desa yang memiliki fasilitas TPS 3R.

Saat ini, terdapat 51 desa di Kabupaten Kediri yang telah memiliki TPS 3R atau TPS, termasuk fasilitas di pasar-pasar dan kawasan perusahaan.

Seluruh sampah dari wilayah layanan tersebut diangkut ke TPA dan ditimbang, sehingga berkontribusi pada kenaikan angka timbunan sampah tahunan.

Baca Juga: Klaim Bisa Reduksi 30 Persen Sampah, Pemkot Kediri Kaji Pengadaan Mesin untuk TPS3R

Selain sosialisasi regulasi, DLH juga rutin menggelar bimbingan teknis bagi calon pengelola TPS 3R dan bank sampah, workshop peningkatan kapasitas, serta melibatkan ibu-ibu PKK dalam edukasi pengurangan sampah di lingkungan masing-masing.

Bahkan, kader edukasi lingkungan juga diterjunkan untuk menularkan budaya hidup minim sampah.

“Kalau tidak kita rem dan atur, dengan kecenderungan masyarakat yang semakin konsumtif, sampah akan terus bertambah,” pungkas Arman. 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #pare #slg #sampah