KOTA, JP Radar Kediri– Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri segera memasuki masa libur. Pihak pondok secara resmi merilis jadwal liburan sekaligus skema pemulangan santri tahun 2026.
Sebanyak 17.300 santri putra dan putri dijadwalkan kembali ke daerah asal masing-masing mulai akhir Januari ini.
Salah satu pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, HM Abdul Muid Shohib menyampaikan, pergerakan ribuan santri tersebut akan dikendalikan secara ketat.
“Langkah ini dilakukan demi menjaga ketertiban di lingkungan pesantren serta kenyamanan masyarakat sekitar,” jelas pria yang akrab disapa Gus Muid itu.
Masa liburan santri Lirboyo tahun ini berlangsung selama kurang lebih dua bulan. Libur dimulai pada Kamis, 29 Januari 2026 atau 10 Sya’ban 1447 Hijriah.
Sementara itu, santri dijadwalkan kembali ke pesantren pada Kamis, 6 April 2026 atau 17 Syawal 1447 Hijriah.
Adapun pelaksanaan pemulangan santri dilakukan selama dua hari. Yakni tanggal 29 dan 30 Januari 2026.
Proses penjemputan dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB.
Pihak pesantren mengimbau wali santri menyesuaikan waktu penjemputan sesuai jadwal.
Hal itu untuk menghindari penumpukan kendaraan.
Pemulangan tahun ini menjadi salah satu mobilisasi santri terbesar di awal tahun.
Dari total 17.300 santri, mayoritas menggunakan moda transportasi darat.
Namun, sebagian santri juga memanfaatkan transportasi laut dan udara untuk menjangkau daerah tujuan yang jauh.
“Total armada yang kami siapkan mencapai 344 unit kendaraan dengan bus sebagai moda transportasi paling dominan,” ujar Gus Muid.
Selain bus, pesantren juga menyiapkan moda lain seperti mobil pribadi, hingga kendaraan elf.
Seluruh armada tersebut melayani pemulangan santri ke 70 titik lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Untuk memastikan kelancaran proses pemulangan, Pondok Pesantren Lirboyo membentuk tim khusus.
Tim ini bekerja sama dengan jaringan alumni Lirboyo (Himasal) di berbagai daerah. Terutama dalam pengawalan santri hingga tiba di titik tujuan.
Menurut Gus Muid, keterlibatan alumni sangat penting untuk memastikan keamanan santri selama perjalanan hingga kembali ke keluarga masing-masing.
Selama masa liburan, pengasuh pesantren juga menitipkan pesan kepada para santri.
Mereka diharapkan tetap menjaga adab, akhlakul karimah, serta nama baik almamater di tengah masyarakat.
“Kami berharap para santri tetap membawa nilai-nilai kepesantrenan di mana pun berada,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita