KEDIRI, JP Radar Kediri- Penyakit hipertensi harus semakin diwaspadai. Jumlah penderita 2025 menunjukkan tren kenaikan yang signifikan.
Jika tahun 2024 berkisar di bawah 20 ribu, tahun lalu hampir mencapai 30 ribu orang. Bahkan, penyakit tidak menular itu juga mulai merembet ke pelajar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Suprianto mengatakan, temuan kasus hipertensi di Kota Kediri selama 2025 lalu mencapai 29.548 orang.
jumlah itu jauh lebih tinggi dibanding temuan 2024 lalu yang hanya 18.987 kasus.
Tak hanya temuan dari fasilitas kesehatan saat pasien berobat, namun puluhan ribu kasus itu juga disumbang dari program preventif seperti skrining kesehatan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Hipertensi itu termasuk penyakit yang trennya masih terus meningkat. Karena penyakit yang terkait dengan perilaku hidup itu kan memang cenderung selalu meningkat,” kata Hendik.
Hipertensi—lanjut Hendik—sangat berkaitan dengan perilaku hidup kurang sehat. Mulai dari pola konsumsi makanan yang tidak sehat seperti terlalu banyak konsumsi garam dan makanan berlemak. Hingga kurangnya aktivitas fisik.
Diakuinya, penyakit hipertensi tak lagi memandang usia. Tidak sedikit orang yang sudah terdeteksi hipertensi di usia muda.
“Orang-orang zaman sekarang cenderung kurang aktivitas fisik. Seperti terlalu banyak rebahan sambil main HP. Makanya anak-anak juga banyak yang terdeteksi karena sama saja,” terangnya.
Hendik menegaskan, dari puluhan ribu kasus 2025 lalu, sekitar 17 ribu di antaranya terdeteksi melalui skrining kesehatan CKG. Termasuk pada anak sekolah yang temuannya mencapai lebih dari 5 ribu kasus.
Dengan tingginya kasus tersebut, hipertensi termasuk penyakit tidak menular yang mendapat atensi khusus dari Kementerian Kesehatan untuk pengendaliannya.
“Pengendalian dari sisi preventif, salah satunya ya lewat CKG itu. Karena dengan CKG nanti bisa diketahui, oh ternyata tensinya sudah mulai ada penambahan. Itu bisa jadi warning untuk segera memperbaiki pola hidupnya,” papar Hendik.
Untuk memaksimalkan pencegahan, Hendik meminta masyarakat segera memeriksakan kesehatan sebelum jatuh sakit.
Pasalnya, hipertensi termasuk salah satu silent killer yang kerap berdampak pada gangguan kesehatan lainnya. Di antaranya, serangan jantung hingga kegagalan fungsi ginjal.
“Jadi misalnya waktu CKG terus ketahuan tensinya mungkin di atas 140, itu nanti segera kami tindaklanjuti. Bisa ke pelayanan kesehatan seperti puskesmas,” ungkapnya sembari menyebut, memperbaiki pola hidup menjadi kunci dalam mengobati hipertensi.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita