Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Terima Username tapi Belum Bisa Daftar TKA, Perbaiki Residu Data Siswa Dulu agar Tak Nyantol

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 22 Januari 2026 | 22:03 WIB
SIAP-SIAP TKA: Sejumlah siswa SMPN 8 Kediri bersiap pulang kemarin siang (20/1). Pertengahan Januari ini siswa kelas IX mendapat bimbingan tambahan untuk persiapan pelaksanaan TKA April mendatang.
SIAP-SIAP TKA: Sejumlah siswa SMPN 8 Kediri bersiap pulang kemarin siang (20/1). Pertengahan Januari ini siswa kelas IX mendapat bimbingan tambahan untuk persiapan pelaksanaan TKA April mendatang.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Setelah ditunggu selama beberapa hari, kemarin sekolah sudah menerima username dan password untuk login ke laman pendaftaran tes kemampuan akademik (TKA).

Namun, ternyata mereka tidak otomatis bisa langsung mendaftarkan siswanya.

Melainkan harus memperbaiki data lebih dulu agar sinkron antara data pokok pendidikan (dapodik) dan sistem di dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil).

Seperti di SMPN 1 Ngasem. Setelah dilakukan kroscek ternyata ada tiga residu atau tiga data yang tidak sinkron.

"Ini ada nama peserta didik yang NIK (nomor induk kependudukan)-nya ganda. Sehingga perlu disamakan dengan yang dispendukcapil," ungkap Nanang Arifin Operator SMPN 1 Ngasem.

Data residu itu, lanjut Nanang, harus dilakukan validasi lebih dulu.

Sehingga data yang tertera di dapodik dengan dispendukcapil sama. Dengan demikian, nama siswa tidak nyantol saat didaftarkan.

Jika kesalahan NIK pembenahannya sederhana, untuk kesalahan lain relatif lebih rumit.

Misalnya, ketika nama orang tua siswa di akta kelahiran dan kartu keluarga (KK) tidak sama.

Untuk memastikan kebenarannya, sekolah akan memanggil siswa untuk membawa KK terbaru sebagai referensi.

"Setelah dilakukan verifikasi dan falidasi (verfal), biasanya 24 jam sudah berubah dan sesuai," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin melalui Kasi Kurikulum SMP Wawan Sarudi membenarkan sekolah sudah menerima username dan password pendaftaran TKA. 

"Beberapa sudah mulai mengganti password dan mengisi profil," jelasnya sembari menyebut pendaftaran belum bisa dilakukan karena beberapa fasilitas di website TKA belum aktif.

Sembari menunggu seluruh fitur aktif, sekolah memvalidasi data siswa.

Berdasar pengamatan Wawan, di tiap sekolah ada 3-5 data residu yang harus dibenahi.

“Harus dibenahi agar siswa bisa didaftarkan. Kalau tidak nanti nyantol,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah sekolah di Kota Kediri mulai intensif menggelar try out.

Di antaranya di Kecamatan Mojoroto, komunitas belajar sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Mojoroto menggelar try out yang diikuti ribuan siswa.

Karena keterbatasan jumlah sarana dan prasarana di sekolah, siswa bergiliran latihan soal selama dua hari mulai kemarin (21/1).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Achmad Wartjiantono mengatakan, try out kemarin merupakan bagian dari uji coba.

Selain melatih siswa kelas 6 SD untuk mengerjakan soal TKA, juga untuk membiasakan mereka mengerjakan soal berbasis komputer.

“Kami upayakan memang anak-anak bisa lebih banyak latihan soal dan simulasi mengerjakan soal TKA,” ujar pria yang akrab disapa Anton itu. 

Pengawas sekolah sekaligus Koordinator Wilayah (Koorwil) Mojoroto Samidi menyebut, total ada 1.569 siswa kelas 6 SD di Kecamatan Mojoroto yang kemarin mengikuti try out.

Mereka tersebar di 54 SD negeri dan swasta. Karena keterbatasan sarpras, try out digelar selama dua hari, masing-masing dua sesi.

“Peserta TKA di Kecamatan Mojoroto ini paling banyak sampai 1.500 peserta (jenjang SD). Karena kapasitas juga tadi sempat ada kendala log in, tapi wajar. Lainnya hari ini bisa lancar,” ujarnya.

Selain menggelar try out, menurut Samidi pihaknya juga sudah mendata calon peserta.

Hasilnya, seluruh siswa kelas 6 SD di Kecamatan Mojoroto bersedia ikut TKA April mendatang.

Selain itu, komunitas juga menyusun soal untuk latihan siswa yang direncanakan hingga 5 kali.

“Kami sudah bentuk tim penelaah soal dan tim IT yang dikoordinir melalui korwil. Dan ini inisiatif kami untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi TKA nanti,” tandasnya ditemui di SDN Sukorame 2 kemarin.

Selama try out, pihaknya sudah menyiapkan soal dengan menyesuaikan peraturan kepala badan standar, kurikulum, dan asesmen pendidikan (perkaban).

Sehingga, sedikit banyak soal dan skema yang dilakukan selama try out sudah sesuai dengan TKA mendatang.

“Sebelum ini tim dari komunitas belajar sudah membedah perkaban itu. Akhirnya akan mengerucut di soal yang sesuai dengan perkaban itu,” ungkapnya.

Salah satu sekolah yang kemarin mengikuti try out adalah SDN Sukorame 2. Di sana, total ada 54 siswa peserta TKA.

Dengan jumlah laptop yang hanya belasan unit, siswa dibagi dalam empat sesi untuk latihan soal TKA.

“Ini semuanya ikut. Memang tidak wajib. Tapi kami beri wawasan (untuk mengikuti TKA). Takutnya nanti kalau terlanjur tidak ikut, ternyata di SMP membutuhkan nilai TKA (untuk pendaftaran, Red),” ujar Kepala SD Negeri Sukorame 2 Lilis Khoirulina. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#tka