KEDIRI, JP Radar Kediri- Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD-SMP resmi dibuka mulai kemarin (19/1).
Sekolah pun menyiapkan operator untuk memproses pendaftaran peserta dari kelas VI SD dan kelas IX SMP itu.
Jelang tes yang akan digelar April mendatang, berbagai persiapan terus dilakukan sekolah. Selain mempersiapkan siswa, mereka juga memastikan kondisi sarana dan prasarana (sarpras).
Seperti di SMPN 5 Kediri. Hingga pukul 09.30 kemarin, sekolah sudah menyiapkan operator khusus.
Namun, mereka masih menunggu username dan password dari dinas pendidikan untuk bisa mendaftarkan siswanya.
“Kan masih baru mulai hari ini (19/1). Tapi kami sudah siap kalau sewaktu-waktu di-share, kami bisa langsung gercep mendaftarkan anak-anak,” ujar Kepala SMP Negeri 5 Kota Kediri Endya Tjahjani.
Saat mendaftar siswa harus membawa surat pernyataan persetujuan orang tua atau wali.
Selanjutnya, sekolah akan mendata dan mengaktifkan akun peserta TKA melalui situs tka.kemendikdasmen.go.id.
Di SMP yang berada di Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren itu total ada 360 siswa di kelas IX.
“Diharapkan memang semua mengikuti walaupun TKA tidak wajib sebagai validator nilai rapor. Tapi kami arahkan anak-anak untuk ikut semua,” bebernya.
Selain itu, berbagai persiapan juga dilakukan sekolah. Di antaranya persiapan sarana dan prasarana.
Saat ini, sekolah masih terus menginventarisasi sarpras yang bisa digunakan untuk tes pada April mendatang.
Dengan jumlah siswa yang lebih dari 300 orang, peserta akan dibagi dalam tiga sesi.
“Karena ini masih pertama kali di tahun pelajaran ini, kami juga siapkan anak-anak. Seperti try out juga sudah pernah digelar dua kali,” ungkapnya sembari menyebut sekolah juga menggelar bimbingan belajar tambahan.
Terpisah, Dinas Pendidikan Kota Kediri membenarkan belum dimulainya pendaftaran TKA di hari pertama kemarin.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Achmad Wartjiantono meminta sekolah tak khawatir.
Sebab masa pendaftaran yang relatif masih panjang.
“Memang kalau info dari kementerian kan ini (pendaftaran) sampai 28 Februari. Besok pun masih ada Zoom lagi,” ujar pria yang akrab disapa Anton itu sembari menyebut total peserta kelas VI SD dan kelas IX SMP mencapai 8.901 anak yang tersebar di 142 SD dan 36 SMP.
Sementara itu, di Kabupaten Kediri total ada sekitar 18 ribu siswa kelas VI SD dan sekitar 16 ribu siswa kelas IX SMP.
Jika semua siswa di Kediri Raya mengikuti TKA, berarti peserta tes yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) itu mencapai 42.901 anak.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin melalui Kasi Kurikulum SMP Wawan Sarudi mengatakan, meski pendaftaran mulai kemarin, mereka masih belum menerima username dan password akses website pendaftaran dari Kemendikdasmen.
Karenanya, mereka belum bisa mendaftarkan peserta.
“Logikanya sesuai alur dari pusat mengirim username dan password ke provinsi, provinsi ke kabupaten, kami mendistribusikan ke sekolah-sekolah,” ungkap Wawan.
Dengan belum turunnya username dan password, hingga kemarin sekolah juga belum bisa mengakses website pendaftaran.
Hingga kemarin, menurut Wawan pihaknya juga mengikuti rapat dengan Kemendikdasmen. Hasilnya, disdik diminta mengirim biodata admin atau operator sekolah.
Dalam kesempatan kemarin Kemendikdasmen juga mewanti-wanti agar data siswa dicek secara detail.
Sehingga, data siswa di data pokok kependidikan (dapodik) dan dinas kependudukan catatan sipil (dispendukcapil) sinkron.
“Diminta jangan sampai ada residu (data tidak sinkron) agar tidak nyantol. Kami sudah mengimbau ke sekolah-sekolah untuk ngecek terkait hal tersebut,” papar Wawan.
Meski TKA tidak wajib, Wawan meminta agar seluruh siswa kelas VI SD dan kelas IX SMP mengikuti tes tersebut. Sebab, TKA akan jadi bekal untuk mendaftar jalur prestasi.
Editor : Andhika Attar Anindita