JP Radar Kediri - Pemerintah Desa (Pemdes) Kranggan, Kecamatan Gurah menerapkan beberapa program untuk meningkatkan keamanan wilayah.
Beberapa di antaranya adalah optimalisasi jaga malam dan pemasangan unit CCTV di penjuru desa.
Langkah tersebut diambil karena wilayah Desa Kranggan termasuk zona rawan tindak kriminal. Terutama aksi tawuran.
Hal ini dipicu posisi geografis desa yang menjadi jalur utama menuju Kecamatan Pare dan Kecamatan Plosoklaten. Serta lokasinya yang berdekatan dengan Simpang Lima Gumul (SLG).
“Yang sering rusuh itu orang dari luar, namun wilayah desa kami yang terkena imbasnya. Mayoritas adalah bentrok antarperguruan silat dan suporter bola. Mungkin keramaiannya di SLG, tapi bentroknya pecah di Kranggan,” ungkap Sekretaris Desa Kranggan Wildan Fathoni.
Wildan menceritakan bahwa selain mengandalkan jaga malam, pemasangan CCTV dinilai lebih efektif untuk mengantisipasi kerusuhan.
Keunggulannya, kamera pengawas ini bisa dipantau sewaktu-waktu secara real time. Sehingga jika terdeteksi tindakan kriminal, bisa segera dilakukan tindakan pencegahan.
“Kadang jaga malam itu malah disalahgunakan untuk sarana bekingan pihak tertentu. Jadi, daripada pusing, kami pilih memasang CCTV,” jelasnya.
Saat ini, sudah terpasang 23 titik CCTV yang tersebar di area persimpangan dan sudut-sudut jalan strategis.
Pemasangan dilakukan pada Desember 2025 lalu melalui anggaran program pengembangan teknologi informasi yang dialokasikan untuk keamanan lingkungan.
Selain kerusuhan massa, Wildan menyebutkan bahwa dahulu wilayahnya juga marak aksi pelemparan kaca mobil.
Kejadian tersebut sering menyasar kendaraan di jalan raya arah Kediri–Pare dan Kediri–Plosoklaten. Hal ini dikarenakan jalur tersebut melintasi area persawahan yang cukup panjang dan sepi.
Editor : Andhika Attar Anindita