Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Disdagin Evaluasi Jumlah Pekerja Proyek Pasar Ngadiluwih Kediri, Ini Hasilnya 

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 16 Januari 2026 | 08:30 WIB
Kadisdagin Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengecek pembangunan Pasar Ngadiluwih.
Kadisdagin Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengecek pembangunan Pasar Ngadiluwih.

KEDIRI, JP Radar Kediri-  Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri rutin melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke Pasar Ngadiluwih.

Penyelesaian proyek ini terancam molor. Sebab, sisa waktu pengerjaannya tinggal dua minggu lagi. Sesuai kesepakatan, pemberian kesempatan akan berakhir pada 29 Januari.

Kepala Disdagin Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan, meski secara persentase mendekati selesai 97,7 persen, hasil evaluasi menunjukkan progres pekerjaan masih belum memenuhi rencana awal.

Catatan utamanya adalah minimnya tenaga kerja dan material di lapangan. Pekerjaan tersebar di 13 titik namun jumlah pekerja dinilai tidak ideal untuk percepatan.

“Dari sisi personal pekerja dan material masih kurang. Jumlah pekerja hanya sekitar 51 orang di 13 titik pekerjaan. Ini akan memengaruhi kecepatan penyelesaian,” jelasnya sembari menyebut bahwa idealnya harus ada 102 pekerja.

Tutik mengungkapkan, keterlambatan pekerjaan merupakan akumulasi dari berbagai faktor sejak awal proyek.

Mulai dari perencanaan, kesiapan kontraktor, respons terhadap perubahan desain, hingga peran konsultan pengawas.

Meski pengendalian dari direksi telah dilakukan, perubahan-perubahan di lapangan yang tidak segera disikapi turut berdampak pada molornya pekerjaan.

Sementara itu, Tenaga Ahli Konsultan Independen Hadi Wiyono menambahkan, keputusan lanjutan terhadap kontraktor baru bisa diambil setelah masa kesempatan berakhir.

Evaluasi akan dilakukan menyeluruh untuk menilai komitmen penyedia jasa saat mendekati 29 Januari nanti.

“Kalau tidak selesai dan tidak menunjukkan komitmen, tentu tidak diberi kesempatan. Tapi kalau keterlambatan karena faktor force majeure seperti cuaca, itu menjadi pertimbangan tersendiri,” jelasnya.

Laki-laki yang rambutnya memutih itu menegaskan, secara aturan kesempatan kedua bahkan ketiga masih dimungkinkan hingga pekerjaan selesai, namun denda tetap berjalan.

“Secara aturan, pemberian kesempatan boleh diberikan sampai pekerjaan selesai. namun dengan pertimbangan dan konsekuensi,” jelasnya.

Seperti diberitakan, pembangunan Pasar Ngadiluwih dianggarkan Rp 29,8 miliar. Rekanan memenangkan tender senilai Rp 23,8 miliar.

Adapun anggaran pembangunan Pasar Ngadiluwih yang semula sebesar Rp23, 8 miliar, mengalami penyesuaian menjadi sekitar Rp 26 miliar setelah dilakukan evaluasi dan penambahan anggaran sekitar 10 persen karena kebutuhan pelaksanaan.

Konsep pembangunan Pasar Ngadiluwih dibuat sama dengan Pasar Wates. Yakni, pasar yang mengolaborasikan konsep tradisional, modern, dan budaya.

Jika luas Pasar Wates hanya 10 ribu meter persegi, Pasar Ngadiluwih lebih luas atau mencapai 13 ribu meter persegi.

Editor : Andhika Attar Anindita