Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pembangunan Sekolah Rakyat Kota Kediri Ditarget Selesai Juni, Ini Target Siswanya

Ayu Ismawati • Selasa, 13 Januari 2026 | 17:43 WIB
DIKEBUT: PT Nindya Karya yang menggarap proyek Sekolah Rakyat Kota Kediri memasang papan peringatan di area proyek yang kemarin (12/1) sudah dipasang pagar keliling itu.
DIKEBUT: PT Nindya Karya yang menggarap proyek Sekolah Rakyat Kota Kediri memasang papan peringatan di area proyek yang kemarin (12/1) sudah dipasang pagar keliling itu.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Rekanan penggarap proyek Sekolah Rakyat (SR) di Kota Kediri tidak bisa berleha-leha.

Mereka hanya punya waktu selama enam bulan untuk menyelesaikan bangunan sekolah khusus warga miskin itu. Juni nanti, gedung harus sudah siap menerima siswa baru.

Untuk diketahui, proyek di Kelurahan Lirboyo, Mojoroto itu diresmikan pembangunannya secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto. Total ada 166 SR di 34 provinsi yang diresmikan secara online dengan berpusat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kemarin (12/1). 

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri Imam Muttakin mengatakan, progres pembangunan SR di Kota Kediri saat ini termasuk yang paling cepat di Jawa Timur.

Ditargekan penyelesaian proyek fisik ini pada Juni nanti. Mengejar tahapan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di tahun ajaran baru mendatang.

“Sesuai target pembangunan memang Juni-Juli pembangunan harus selesai. Berarti kemungkinan memang mengejar PPDB. Tetapi sampai sekarang belum ada petunjuk terkait pendaftaran siswa maupun rekrutmen tenaga pengajarnya,” ujar Imam. 

Sedianya, SR di Kota Kediri akan terdiri dari tiga jenjang. Yakni, SD, SMP, dan SMA.

Masing-masing tiga rombongan belajar (rombel). Jika tiap rombel terdiri dari 25 siswa, maka akan ada 225 siswa baru di awal operasional SR Kota Kediri tahun ini.

“Termasuk nanti 18 siswa yang sudah ikut di SR Batu juga akan dimasukkan ke SR Kota Kediri,” ungkap  Imam. 

Berdasar aturan, siswa SR berasal dari anak-anak yang masuk desil 1 dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Yakni, anak yang berasal dari keluarga miskin ekstrem.

Jika kuota masih belum terpenuhi, panitia akan mengambilkan dari keluarga kategori desil 2, dan seterusnya. 

Terkait itu, pihaknya sudah melakukan pemetaan calon siswa potensial untuk SR. Selanjutnya tinggal menunggu petunjuk regulasi dari Pusat untuk operasional SR di Kota Kediri. 

“(Anak-anak dari kelompok Desil 1 DTSEN, Red) kurang lebih ada 500-an. Tapi ini belum dilakukan verifikasi,” terang Imam.

Artinya, ada sekitar 500 anak Kota Kediri yang berpotensi mendapat fasilitas pendidikan dan asrama gratis melalui program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Nantinya, mereka berpotensi menjadi angkatan pertama Sekolah Rakyat di Kota Kediri. 

Sementara itu, terkait progres pembangunan fisik SR, Imam mengatakan beberapa kebutuhan seperti direksi kit dan mess pekerja sudah selesai dibangun di lokasi proyek.

Saat ini, kontraktor juga tengah bersiap melakukan pemasangan tiang-tiang pancang. 

Untuk diketahui, SR Kota Kediri dibangun di lahan seluas 5,1 hektare di Kelurahan Lirboyo, Mojoroto.

“Kendala pelaksanaan hanya waktu yang terus jalan. Menurut penyedianya seperti itu,” sambung Imam sembari menyebut dari sisi teknis pekerjaan, hanya Kota Kediri yang sudah siap untuk pemasangan tiang pancang. Adapun daerah lain ada yang pematangan lahannya belum selesai. 

 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Andhika Attar Anindita
#Desil 1 #dinas sosial #Sekolah Rakyat #Prioritas Nasional #sr #DTSEN #Prabowo Subianto