Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Waspada! Kasus DBD Berpotensi Naik, Dinkes Kota Kediri Gencarkan Fogging

Ayu Ismawati • Selasa, 13 Januari 2026 | 17:38 WIB
PENGASAPAN: Petugas melakukan fogging di wilayah Kelurahan Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto kemarin (12/1).
PENGASAPAN: Petugas melakukan fogging di wilayah Kelurahan Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto kemarin (12/1).

KEDIRI, JP Radar Kediri- Memasuki puncak musim penghujan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) berpotensi mengalami kenaikan.

Di awal Januari ini, Dinas Kesehatan mendapat temuan suspek kasus DBD di Kecamatan Mojoroto.

Menyikapi temuan itu, fogging digencarkan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti itu. 

“Hari ini kami lakukan fogging karena ada laporan yang dirawat di rumah sakit. Masih kita ikuti perkembangannya yang dua ini,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Supriyanto.

Di awal 2026 ini, pihaknya mendapat laporan dua suspek DBD di Kelurahan Bandarkidul, Mojoroto. Kemarin, dinkes melakukan pengasapan atau fogging di sekitar titik temuan. 

Adapun kemarin, fogging dilakukan di beberapa titik di Kelurahan Bandarkidul. Sedangkan di Kota Kediri secara keseluruhan, antisipasi DBD juga perlu ditingkatkan.

Selain dua kasus suspek di awal Januari, Dinkes Kota Kediri juga menemukan tiga kasus selama Desember 2025 lalu. Sedangkan sebelumnya, pihaknya menemukan tiga kasus di November.

Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, pada umumnya kasus DBD mengalami kenaikan signifikan di bulan Januari-Februari. Itu seiring kondisi cuaca yang sudah memasuki puncak musim penghujan.

“Karena Januari ini sudah memasuki puncak musim penghujan, dari tahun ke tahun itu Januari selalu paling tinggi temuannya,” ucap Hendik.

Oleh karena itu, perlu adanya kewaspadaan dari masyarakat untuk meningkatkan upaya pencegahan dan giat melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M plus.

Selain DBD, menurutnya penyakit yang juga perlu diantisipasi saat ini adalah flu. Khususnya varian influenza A tipe H3N2 atau super flu yang mulai ditemukan di beberapa kota.

Penyakit ini perlu diantisipasi karena mudah menular serta gejalanya yang lebih berat dibandingkan flu biasa.

“Virusnya sama. Jadi flu musiman yang virusnya sudah mutasi. Sehingga rata-rata gejalanya lebih berat,” tuturnya.

Karena itu, setiap temuan tetap harus dilaporkan. Namun Hendik memastikan, saat ini belum ada temuan kasus Super Flu di Kota Kediri.

Sebagai antisipasi, pihaknya mengimbau agar masyarakat meminimalisasi potensi penularan seperti memakai masker jika merasa sakit.

“Karena flu ini kan ditularkan melalui droplet melalui saluran pernapasan. Jadi antisipasi utamanya pakai masker. Terutama yang sedang sakit,” pungkas Hendik. 

 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.



Editor : Andhika Attar Anindita
#dinkes #demam berdarah dengue #dinkes kota kediri #musim penghujan #fogging #dbd