Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemdes Mojokerep Plemahan Kediri Fasilitasi Sekolah Pertanian Padi, Dukung Kemandirian Petani

Diana Yunita Sari • Selasa, 13 Januari 2026 | 07:28 WIB
Praktik lapangan pertanian Desa Mojokerep (Diana Yunita Sari)
Praktik lapangan pertanian Desa Mojokerep (Diana Yunita Sari)

JP Radar Kediri - Pemdes Mojokerep menaruh perhatian besar pada sektor pertanian. Mengingat mayoritas wilayah di sana merupakan lahan produktif.

Salah satu bentuk perhatian dengan memberikan fasilitasi petani untuk mengembangkan ilmu pertanian.

Sekolah Lapang (SL) merupakan metode pembelajaran nonformal bagi petani yang juga dijuluki sebagai sekolah tanpa dinding.

Julukan ini muncul karena para petani tidak belajar di dalam kelas. Selainkan terjun langsung untuk praktik di lahan pertanian.

“Tentunya program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis bagi para petani kita,” ucap Sekretaris Desa Mojokerep Afrizal Setiawan.

Kegiatan yang dimulai pada bulan Juni ini menyasar para petani dari Desa Mojokerep serta desa sekitarnya. Seperti Mojoayu, Sukorejo, dan Plemahan.

Dengan menggunakan lahan percontohan seluas dua hektare, para peserta mengamati dan mempraktikkan langsung budidaya padi. Mulai dari tahap pembenihan, penanaman, hingga masa panen tiba.

Dalam pelaksanaannya, benih padi disediakan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri. Sementara pertemuan rutin digelar setiap dua minggu sekali di lokasi percontohan.

Selama proses belajar, petani mendapatkan pendampingan intensif dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan Badan Penyuluh Pertanian (BPP) untuk memastikan penerapan teori yang tepat.

“Hasilnya bagus, dari 2 hektar itu per hektarnya menghasilkan sekitar 10 hingga 12 ton padi,” ungkap Afrizal.

Varietas padi yang ditanam cukup beragam, meliputi Inpari 32, Bramo, hingga IR 34. Seluruh rangkaian kegiatan ini dilakukan dalam satu kali masa tanam. Yakni sekitar 100 hingga 105 hari.

Petani juga dibekali keahlian dalam pencegahan hama, perawatan tanaman, pemupukan yang efisien, hingga cara pembuatan pupuk organik fermentasi secara mandiri. Guna mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

“Diharapkan setelah kegiatan ini selesai, para petani dapat segera menerapkan ilmu yang didapat di lahan masing-masing,” pungkasnya.

Editor : Andhika Attar Anindita
#sekolah pertanian #kabupaten kediri #kediri #Plemahan kediri #Program Pertanian #plemahan #SEKOLAH LAPANG