KEDIRI, JP Radar Kediri- Kabupaten Kediri menjadi salah satu daerah penyumbang beras terdampak.
Bahkan tahun ini, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri akan meningkatkan target perolehan beras.
Alhasil, kini pemkab tengah berusaha mengejar target tersebut. Ada beberapa upaya pemkab untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP).
Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Sukadi. Tahun lalu, Kabupaten Kediri berhasil memproduksi gabah kering giling (GKG) sebesar 307.050 ton. Dengan berat beras 199.583 ton.
Kemudian tahun ini, pemkab menaikkan target GKG pada 2026 ini menjadi sebanyak 3321.50 ton. Setara dengan 208.068 ton. “Kami optimistis kenaikan target bisa dilakukan,” tegas Sukadi.
Lantas bagaimana caranya? Untuk merealisasikan hal itu, pihaknnya bakal menggenjot kenaikan IP.
Setidaknya bisa menjadi IP 300. Caranya, dengan menambah sumber air. Sepanjang 2025, berbagai pembangunan infrastruktur pertanian dilakukan.
Mulai dari saluran irigasi, sumur submersible, hingga koordinasi dengan Kementerian PUPR terkait waduk dan embung untuk menjamin ketersediaan air.
Selain itu, sektor pertanian juga diarahkan semakin modern dari hulu ke hilir dengan penggunaan alat mekanis.
Mulai dari pembenihan, pratanam, panen, hingga pascapanen. Tahun ini, langkah itu juga akan diterapkan.
Selain itu, pihaknya juga mengupayakan agar dalam setiap panenan menghasilkan jumlah yang lebih banyak dari sebelumnya.
Sukadi mengatakan, berdasarkan riset yang dilakukan, penggunaan jajar legowo dapat menambah produktivitas padi.
“Luasan 100 ru kalau pakai pola biasa hanya dapat 1 ton. Kalau pola jajar legowo buktinya bisa 1.300 kg,” ujarnya.
Kalau dikonversi dengan uang, per kilogram Rp 7 ribu berarti akan ada tambahan untuk petani sekitar Rp 14 juta tiap hektare.
Sehingga, pihaknya tidak hanya fokus melakukan peningkatan IP saja. Namun juga meningkatkan pendapatan petani.
“Hanya dengan pengubahan pola tanam, ekonomi petani bisa meningkat,” ucap Sukadi. Seperti diberitakan, Pemerintah Kabupaten Kediri menegaskan komitmennya mendukung program swasembada pangan nasional.
Hal ini seiring pengumuman Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras.
Capaian itu dinilai tidak lepas dari meningkatnya produksi dan ketersediaan stok beras. Baik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk Kabupaten Kediri.
Indikator swasembada beras terlihat dari pernyataan Kementerian Pertanian yang memastikan tidak ada impor beras pada 2025 hingga 2026.
Editor : Andhika Attar Anindita