KEDIRI, JP Radar Kediri-Setelah melalui proses yang sangat panjang, agaknya penerbangan umrah direct Kediri-Jeddah bisa segera terwujud.
Hal itu setelah perizinan dari pemerintah Saudi Arabia masuk ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Tak hanya Flyeadeal, otoritas Bandara Dhoho juga mengawal prosesnya.
Untuk diketahui, agar maskapai asing bisa melakukan penerbangan di bandara Indonesia, dibutuhkan izin dari negara asal maskapai dan Indonesia.
Setelah izin dari keduanya turun, maskapai bisa mengantongi Foreign Air Operator Certificate (FAOC) yang jadi syarat penerbangan komersil oleh maskapai asing.
Awal Desember 2025 lalu, General Authority of Civil Aviation (GACA) atau otoritas penerbangan Arab Saudi telah menyetujui penerbangan Flyadeal di Bandara Dhoho.
Selanjutnya, GACA juga telah mengirim surat izin open sky Bandara Dhoho ke Kemenhub lewat Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta.
“Info terbaru surat sudah ada di perhubungan (Kemenhub),” ungkap Chief Executive Officer Flyadeal Wilayah ASEAN Abdul Offar Musa.
Melalui surat itu, lanjut pria yang akrab disapa Offar tersebut, GACA juga sudah berhubungan dengan Kementerian Perhubungan.
Demikian pula manajemen Bandara Dhoho yang juga melakukan follow up. “Tapi kami belum terima update terbaru (terkait proses perizinannya),” lanjut Offar.
Dengan tahapan izin yang hampir klir itu, Flyadeal menargetkan untuk bisa memulai penerbangan umrah pada Februari nanti.
Meski demikian, dia tidak bisa memastikan apakah target itu bisa terealisasi atau tidak.
Alasannya, semua tergantung penyelesaian perizinan di Kemenhub. “Setiap hari kami kejar perhubungan (proses izin di Kemenhub),” jelasnya.
Terpisah, General Manager Bandar Udara Internasional Dhoho Kediri Rahmat Yoni Saputra membenarkan tentang follow up yang dilakukan oleh manajemen terkait proses perizinan Flyadeal di Kemenhub.
Koordinasi dengan berbagai pihak untuk penuntasan perizinan terus dilakukan.
“Terkait penerbangan umrah dengan maskapai Flydeal, dapat kami sampaikan bahwa saat ini masih dalam proses koordinasi dan tindak lanjut dengan pihak terkait. Perkembangannya akan kami informasikan kembali apabila sudah ada update lebih lanjut,” paparnya.
Seperti diberitakan, Bandara Dhoho sudah mengantongi izin penerbangan internasional sejak 2025 lalu.
Hal tersebut setelah turun surat dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) No. KM 37/2025.
Serta Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 38/2025 tentang Penggunaan Bandar Udara yang Dapat Melayani Penerbangan Langsung dari dan ke Luar Negeri.
Jika izin penerbangan internasional sudah tuntas, Flyadeal berencana melakukan penerbangan umrah seminggu dua kali.
Bahkan, jika animo jemaah tinggi, mereka berencana membuka penerbangan tiap dua hari sekali.
Editor : rekian