JP Radar Kediri - Pemdes Kwadungan tengah menggenjot program kebersihan lingkungan. Terutama dalam hal pengolahan sampah dan pertanian di lahan sempit.
Hal itu dilakukan dengan pemberian tempat sampah serta menanam sayuran di pekarangan rumah menggunakan galon bekas.
Pengolahan sampah dilakukan dengan menggencarkan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, sampah dipilah menjadi organik dan non organik.
Sampah non organik bisa disimpan kemudian disedekahkan. Sampah organik diolah jadi pupuk untuk tanaman di depan rumah.
“Di situ kan tercipta sebuah sinergi, jadi harapannya agar tercipta lingkungan yang bersih,” ungkap Kepala Desa Kwadungan Abdul Kamid.
Sampah non organik seperti plastik, botol bekas, dan lain-lain dapat disumbangkan ke Sedekah Rosok.
Yaitu komunitas yang bertugas mengambil sampah yang bisa dimanfaatkan kembali. Rosok itu kemudian dapat menghasilkan dana untuk kepentingan warga kembali.
Terdapat juga petugas harian yang emngangkut sampah. Warga ada yang membuangnya sendiri. Ada pula yang menyerahkannya kepada petugas harian dengan biaya tertentu.
Kamid berharap adanya program ini dapat membiasakan warga agar tidak ada lagi sampah di jalan atau sungai.
“Ada juga pelatihan pengolahan pupuk. Hasilnya jika banyak bisa dijual atau juga untuk pupuk tanaman sendiri,” tutur Kamid.
Dia menyebut program tersebut disambut antusias oleh warganya. Di tingkat RT warga kompak melakukan kegiatan penanaman sayur seperti sawi, terong, tomat, dan lain sebagainya di pelataran rumah menggunakan galon bekas.
Kegiatan itu dikemas dalam bentuk lomba memperingati hari kemerdekaan. Namun dia berharap dapat menjadi kebiasaan yang berlangsung terus-menerus.
Editor : Andhika Attar Anindita