Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kepedulian Lingkungan Tinggi, Desa Balongjeruk Kediri dapat Penghargaan Desa Berseri

Diana Yunita Sari • Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:30 WIB
Aksi tanam pohon Desa Balongjeruk (Diana Yunita Sari)
Aksi tanam pohon Desa Balongjeruk (Diana Yunita Sari)

Desa Balongjeruk memberi perhatian besar pada lingkungan sekitar. Alhasil, pemdes diganjar penghargaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri sebagai desa yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. 

Program cinta lingkungan di Desa Balongjeruk sangat beragam. Mulai dari kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, pembuatan demplot, hingga penanaman pohon serentak di sepanjang jalan desa.

“Awalnya itu di awal 2024, Pemkab memberikan edaran terkait lomba Desa Berseri. Kebetulan menurut saya desa harus ikut berpartisipasi. Alhamdulillah dapat juara harapan 4,” ungkap Kepala Desa Balongjeruk Safii.

Dari 12 desa di Kecamatan Kunjang, Desa Balongjeruk terpilih mewakili kabupaten bersama enam desa lainnya ke tingkat provinsi. Sebelum maju, pemdes juga sempat mengikuti pembekalan di Madiun untuk persiapan.

Salah satu inovasi yang dilakukan adalah solusi tempat sampah untuk warga. Pemdes memanfaatkan galon bekas yang dicat ulang sebagai tempat sampah kreatif.

“Tempat sampah disediakan dua buah. Jadi warga bisa memilah antara sampah basah dan sampah kering,” lanjutnya.

Atas penghargaan tersebut, pemdes juga mendapat bantuan tempat sampah ukuran besar. Meski belum 100 persen warga melakukan pemilahan sampah namun saat ini sudah ada peningkatan kesadaran. Warga terus disosialisasikan melalui agenda rutin bersih-bersih lingkungan.

Proses penilaian ini sendiri berlangsung cukup lama. Mencapai berbulan-bulan melalui berbagai tahapan. Mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.

Selain tempat sampah besar, desa juga mendapat bantuan sekitar 300 pohon buah dari DLH. Pohon tersebut berupa bibit jambu, durian, kelengkeng, srikaya, trembesi, matoa, pete, hingga pule dengan tinggi sekitar 1-2 meter.

“Pohon itu ditanam bareng-bareng di sekitar jalan desa untuk penghijauan. Nanti setelah berbuah hasilnya bisa dikelola untuk kas dusun,” jelas Safii. Saat ini, penanaman pohon diprioritaskan di fasilitas umum, trotoar, dan jalan desa.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kabupaten kediri #kediri #Desa Balongjeruk #desa berseri #Desa Balongjeruk Kediri #macan putih kediri #dinas lingkungan hidup