Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Mas Dhito Fokus Perbaiki Empat Objek Wisata Unggulan di Kediri

Shinta Nurma Ababil • Kamis, 8 Januari 2026 | 15:32 WIB
SARAT HISTORI: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (baju batik) bersama Kepala Dispadbud Mustika Adi Prayitno (kiri) dan Sekda M. Solikin (kanan, belakang) saat mengunjungi area wisata Sumber Uba
SARAT HISTORI: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (baju batik) bersama Kepala Dispadbud Mustika Adi Prayitno (kiri) dan Sekda M. Solikin (kanan, belakang) saat mengunjungi area wisata Sumber Uba

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana tak mau setengah-setengah menggarap sektor pariwisata. Orang nomor satu di Pemkab Kediri ini menargetkan peningkatan kunjungan wisata tahun ini. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah dengan melakukan revitalisasi objek wisata.

Rabu (7/1) lalu, pemimpin Kabupaten Kediri dua periode tersebut mengunjungi objek wisata Sumber Ubalan. Bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Mustika Prayitno Adi, pria yang akrab disapa Mas Dhito itu berkeliling ke seluruh area wisata Sumber Ubalan.

Termasuk ke beberapa area yang baru selesai direhab. Salah satunya kolam renang hingga kawasan sungai yang berhulu di Sumber Ubalan. Setelah mengecek seluruh area, bapak dua anak tersebut menegaskan tentang pentingnya pembenahan di sejumlah objek wisata unggulan. Baik aksesibilitas maupun fasilitas pendukungnya.

“Yang betul-betul akan segera kita selesaikan adalah (revitalisasi) Kelud, Museum (Sri Aji Joyoboyo), Ubalan, dan Gunung Wilis (Besuki-Dolo),” kata suami Eriani Annisa itu.

Khusus untuk Sumber Ubalan, Mas Dhito juga memberi perhatian khusus karena tempat wisata yang sarat sejarah itu jadi favorit masyarakat. Dia mencontohkan saat dibuka kembali pada 31 Desember 2025 lalu, jumlah kunjungan dalam dua hari mencapai 10 ribu orang.

AGENDAKAN REVITALISASI: Mas Dhito (kanan) mengecek area sungai yang berhulu di Sumber Ubalan. Dia memastikan kawasan wisata potensial itu butuh untuk dilakukan revitalisasi lanjutan.
AGENDAKAN REVITALISASI: Mas Dhito (kanan) mengecek area sungai yang berhulu di Sumber Ubalan. Dia memastikan kawasan wisata potensial itu butuh untuk dilakukan revitalisasi lanjutan.

Membeludaknya pengunjung, menurut Mas Dhito tak lepas dari keindahan Sumber Ubalan. Selebihnya, objek wisata di Kecamatan Plosoklaten itu juga memiliki nilai histori. Sehingga pengunjung antusias bernostalgia di area wisata yang ramai pada awal 2000-an tersebut.

“Pengunjung rindu dan nostalgia terhadap Ubalan. Jangan sampai mereka kecewa. Maka perbaikan wisata Ubalan akan kita lakukan,” tandas Mas Dhito.

Perbaikan, jelasnya, juga akan dilakukan di beberapa destinasi wisata unggulan lainnya. Dia mencontohkan Museum Daerah Sri Aji Joyoboyo yang ke depan tak hanya menghadirkan narasi sejarah saja. Melainkan juga menghadirkan bukti peninggalan sejarah yang utuh dan runut. Lengkap dengan berbagai koleksi dari masa ke masa.

Adapun khusus untuk area wisata Gunung Kelud dan Besuki-Dolo juga akan jadi fokus revitalisasi. Pembangunan aksesibilitas menuju Kawah Gunung Kelud akan dikebut tahun ini.

Mas Dhito berharap perbaikan aksesibilitas itu bisa mendongkrak jumlah pengunjung yang berwisata ke Bumi Panjalu. Jika jumlah pengunjung meningkat, pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pariwisata juga bisa ikut naik. Dampaknya otomatis bisa dirasakan masyarakat lewat pembangunan daerah.

 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#kediri #wisata kediri #wisata #pemkab kediri #bupati kediri