Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Produksi Padi Kabupaten Kediri Surplus, Sumbang Pasokan Beras Nasional 203 Ribu Ton

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 7 Januari 2026 | 22:37 WIB
(Foto Wahyu Adji)
(Foto Wahyu Adji)

KEDIRI, JP Radar Kediri-Identitas Kabupaten Kediri sebagai lumbung pangan nasional bukan isapan jempol belaka.

Tahun 2025 lalu, Kabupaten Kediri menyumbang pasokan beras nasional sekitar 203 ribu ton. Untuk diketahui, 2025 lalu luas panenan padi di Kabupaten Kediri mencapai 51.430 hektare.

Dengan produktivitas panenan per hektare sebesar 6,29 ton, produksi padi mencapai 323.494,7 ton. Selanjutnya, kebutuhan beras di lokal Kabupaten Kediri hanya sekitar 10 ribu ton per bulan.

Dalam setahun hanya dibutuhkan sekitar 120 ribu ton saja. Adapun sisanya dikirim ke berbagai daerah di Indonesia untuk mendukung swasembada pangan.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Sukadi mengatakan, tahun 2025 lalu ada kenaikan produksi sekitar 16 ribu hingga 17 ribu ton padi.

“Luas tanaman padi naik sebesar 2.330 hektare,” kata Sukadi tentang kenaikan produksi padi di Kabupaten Kediri.

Tahun 2026 ini, menurut Sukadi dispertabun berupaya menaikkan produksi padi di Kabupaten Kediri.

Meski sulit untuk menambah luas tanaman karena jumlah lahan yang terbatas, dispertabun mengerek produksi dengan menaikkan indeks pertanaman (IP).

“Jika biasanya hanya menanam padi sekali setahun atau IP 1, kami naikkan menjadi dua kali atau IP 2,” lanjutnya ditemui disela-sela panen padi dan zoom pengumuman swasembada pangan bersama Presiden Prabowo Subianto, di Desa Sambiresik, Gampengrejo, kemarin.

Terpisah, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kediri Harisun menyebut, stok beras Bulog Cabang Kediri saat ini mencapai 66 ribu ton.

Jumlah tersebut menurutnya setara dengan kebutuhan sekitar 20 bulan ke depan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok sangat aman dan pemerintah hadir menjamin ketersediaan pangan,” tegasnya.

Jumlah beras tersebut menurut Harisun merupakan penyerapan tahun 2025 lalu. Dari target 50 ribu ton, pihaknya bisa surplus sekitar 16 ribu ton.

Salah satu faktor kesuksesan penyerapan beras, menurutnya karena harga pembelian beras petani yang relatif tinggi. Termasuk saat panen raya dan harga biasanya anjlok.

“Bulog tetap membeli beras petani sesuai HPP. Rp 6.500 per kilogram. Sembari melakukan edukasi agar gabah yang dijual benar-benar kering,” tegasnya.

Untuk diketahui, zoom dengan Presiden Prabowo Subianto terkait pengumuman swasembada pangan di lahan Desa Sambiresik, Gampengrejo kemarin tidak hanya dihadiri dispertabun dan bulog saja. Melainkan perwakilan forkopimda Kabupaten Kediri juga mengikuti acara tersebut.

Sementara itu, di Kota Kediri juga digelar zoom pengumuman swasembada pangan dengan Presiden Prabowo Subianto. Wali Kota Vinanda Prameswati menghadiri langsung acara tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)  Kota Kediri Un Achmad Nurdin mengatakan, 2026 ini pemkot akan memperluas lahan pertanian untuk penanaman padi.

“Sebelumnya luasan tanaman padi ada 1.160 hektare (ha). Tahun ini (2026) meningkat menjadi 1.169 hektare,” kata pria yang akrab disapa Un itu sembari menyebut penambahan luas tanaman menindaklanjuti program ketahanan pangan Pusat.

Un mengatakan, dengan produktivitas 6,3 ton per hektare, , tahun 2024 lalu produksi padi di Kota Kediri mencapai 7.308 ton. Adapun 2025 ini naik menjadi 8.183 ton.

"Biasanya harga yang bagus akan berkorelasi dengan produktivitas. Karena petani tentunya akan mengerjakan sawahnya sebaik mungkin,” terang Un menyebut kenaikan produksi juga didukung harga pupuk yang murah.

Tahun 2026 ini, lanjut Un, pihaknya menargetkan untuk menaikkan produktivitas padi. Jika semula 6,3 ton per hektare, tahun ini dinaikkan menjadi 7 ton per hektare.  “Kami tidak muluk-muluk. Targetnya tahun ini satu hektare bisa panen 7 ton saja sudah bagus,” tandasnya.

Editor : Andhika Attar Anindita
#panen raya #ketahanan pangan #swasembada beras #swasembada pangan