Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kebut Persiapan Sentra Kuliner Pasar Banjaran Kota Kediri, Ini Aturan Mainnya

Ayu Ismawati • Selasa, 6 Januari 2026 | 21:55 WIB
SENTRA KULINER: Pengendara melintas di depan Pasar Banjaran Kota Kediri.
SENTRA KULINER: Pengendara melintas di depan Pasar Banjaran Kota Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Setelah mendapat sinyal relokasi, eks Pedagang Kaki Lima (PKL) Joyoboyo dan Patiunus akan segera mulai berjualan di Pasar Banjaran.

Perumda Pasar Joyoboyo menargetkan persiapan lokasi tuntas sebelum akhir bulan ini.

Sehingga, operasional lokasi yang akan dijadikan sentra kuliner itu ditargetkan mulai pada akhir Januari.

Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri Djauhari Luthfi mengatakan, sebagian persiapan sarana dan prasarana sudah tuntas.

Di antaranya seperti perbaikan area parkir yang akan dijadikan tempat duduk pelanggan sentra kuliner. Saat ini, pihaknya juga kebut penunjang lain di Pasar Banjaran.

“Persiapan kami tinggal pemasangan lampu-lampu dan bangku-bangkunya yang harus kami sediakan,” ujar Luthfi.

Rencananya, sentra kuliner akan dipusatkan di halaman depan Pasar Banjaran. Dengan area parkir kendaraan di depan pasar yang akan dijadikan area duduk pelanggan.

Sedangkan gerobak pedagang maupun angkringan akan dipusatkan di tengah halaman depan pasar.

“Nanti parkirnya di belakang. Jadi mulainya jam 3 sore sampai malam sekitar jam 11 atau 12an. Parkiran depan itu untuk bangku-bangkunya,” urai Luthfi.

Penataan itu– lanjut Luthfi– hanya akan diberlakukan di waktu sore hingga malam saja selama kawasan itu beralih menjadi sentra kuliner.

Sedangkan di pagi hingga siang hari, kawasan tersebut akan kembali seperti semua sebagai area perdagangan pasar.

Luthfi mengatakan, aktivitas pedagang pasar hanya akan berlangsung hingga pukul 14.00.

Baca Juga: Disperdagin Kota Kediri Serahkan Bantuan Modal Gerobak dan Bansos kepada PKL Terdampak Relokasi Jalan Joyoboyo dan Patiunus

“Rencana akhir Januari sudah on (berjalan, Red). Sudah bisa dimulai,” ucap Luthfi.

Pada dasarnya, Luthfi mengatakan relokasi PKL itu tidak sekadar memindahkan tempat berjualan. Namun juga memberdayakan para eks PKL tersebut.

Selama tiga bulan awal menempati Pasar Banjaran, mereka tidak akan dikenakan tarif retribusi.

Setelah itu, berdasarkan kesepakatan dengan pedagang, biaya jasa layanan pasar akan mulai dibayarkan setelah 3 bulan menempati kawasan itu.

“Keinginan kami juga ingin membuat kawasan itu menjadi ramai. Jadi nanti akan didukung sosialisasi dan promosi lewat medsos dan lain sebagainya,” ungkap Luthfi.

Seperti diberitakan, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyerahkan bantuan modal (banmod) berupa gerobak kepada eks-PKL Joyoboyo dan Patiunus pada 29 Desember 2025 lalu.

Pemberian banmod itu sekaligus mengawali rencana relokasi sedikitnya 24 PKL ke Pasar Banjaran.

Gerobak itu akan digunakan untuk berdagang di lokasi baru yang dianggap lebih nyaman dan aman.

Sehingga nantinya, kawasan itu juga akan difungsikan sebagai sentra kuliner di waktu tertentu. Yakni, saat aktivitas perdagangan pasar sudah berakhir mulai pukul 14.00 tiap harinya.

Mengusung konsep food court, tidak hanya akan ada angkringan di sana. Melainkan berbagai kuliner hingga hiburan untuk meramaikan tempat. (ais/tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
#Perumda Pasar Joyoboyo #Pasar Banjaran #pkl #sentra kuliner #pedagang kaki lima