Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Tuntutan Anggota DPRD Kabupaten Kediri Soal Patung Macan Putih Viral di Desa Balongjeruk

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 4 Januari 2026 | 16:44 WIB
(Foto Asad MS)
(Foto Asad MS)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang mendadak viral dan mengundang banyak pengunjung.

Karenanya, ekonomi di sekitar juga ikut terangkat. Agar tidak jadi momen sesaat pemdes dan pemkab harus cekatan mengembangkannya.

Ketua Fraksi NasDem Lutfi Mahmudiono mengatakan, fenomena ini perlu dipertahankan keunikannya.

Pasalnya, telah membawa dampak multiplier effect yang luar biasa untuk mengangkat ekonomi masyarakat sekitarnya.

Menurutnya, agar tidak jadi momen sesaat, pemerintah harus menangkap momen ini. Salah satunya dengan penyipan fasilitas. “Pemdes perlu menyiapkan fasilitasi untuk para pengunjung,” jelas Lutfi.

Misalnya menata parkir agar lebih teratur. Berikutnya, perlu dilakukan penataan para pedagang agart ketertiban dan kenyamanan bisa terjaga.

“Perlu menjaga ketertiban serta kenyamanan dan keamanan bagi para pengunjung dan pengguna Jalan,” jelasnya.

Selain itu, agar pengunjung bisa lebih nyaman, perlu adnaya fasilitas toilet. “Barangkali pemerintah daerah perlu membantu dengan mendatang toilet portable,” ucap Lutfi.

Karena banyaknya pengunjung dan pedagang makanan, tidak jarang mereka membuang sampah sembarangan.

Alhasil, jika itu terus terjadi, area monumen bisa kumuh. Karenanya, menurut Lutfi, pemdes perlu menyiapkan langkah strategis untuk itu.

“Untuk kebersihan perlu tetap dijaga dengan menyediakan tempat-tempat sampah dan pemdes dapatnya mengimbau para pedagang serta pengunjung agar senantiasa menjaga lingkungan agar tetap bersih,” pintanya.

Untuk diketahui, patung macan putih itu dibuat setelah dilakukan musyawarah dengan masyarakat.

Macan putih dipilih karena menurut para pendahulu, hewan itu merpakan salah satu sosok peliharaan orang yang membabat desa. Selain itu soso itu mitosnya juga yang menjaga desa.

Kepala desa pun memberikan dana swadaya Rp 2 juta untuk upah tukang dan Rp 1,5 juta berupa material bangunan.

Namun, hasilnya tidak sesuai rencana. Patung macan yang dibuat tidak nampak realistis. Namun, bentuk itu justru membuat masyarakat tertarik.

Editor : Andhika Attar Anindita
#viral #Desa Balongjeruk #Patung macan putih #dprd kabupaten kediri