JP Radar Kediri - Desa Ngebrak memiliki posyandu jiwa yang aktif sejak tahun 2021. Posyandu ini juga merupakan salah satu dari dua posyandu jiwa yang aktif di Kecamatan Gampengrejo. Di sana ada sekitar 17 pasien.
Pasca banyak warga yang menderita gangguan jiwa. Sebelum ada posyandu ini mayoritas warga harus menempuh jarak jauh untuk berobat. “Desa support, jadi obat dan pemeriksaan itu gratis semua. diharapkan warga yang memiliki gangguan jiwa tak perlu jauh-jauh kalau berobat,” ungkap Kader Posyandu Jiwa Siti Nurhayati.
Sebelum melakukan pendataan pasien posyandu jiwa, pemdes dan kader mengundang keluarga pasien untuk sosialisasi. Setelah itu pasien mengikuti kegiatan posyandu selama satu bulan sekali. Kegiatannya meliputi pemeriksaan kesehatan tubuh, konsultasi dengan perawat, kemudian pemberian obat.
Baca Juga: Pemdes Sambirejo Gampengrejo Kediri Beri Perhatian Lebih untuk Sektor Pertanian
Kegiatan pemeriksaan dan konsultasi dilakukan di Balai Desa Ngebrak. Jika ada pasien yang tidak memungkinkan untuk datang maka kader dan pihak puskesmas akan melakukan kunjungan. “Alhamdulilah dari 17 pasien itu sekarang mulai banyak yang sembuh bahkan bisa sekolah dan bekerja lagi,” ucap Siti.
Dia menyebut banyaknya warga yang mengalami gangguan kejiwaan disebabkan oleh beberapa faktor. Termasuk bullying di lingkungan sekolah, masalah ekonomi, dan keluarga. Mereka berada pada rentang usia remaja hingga lansia.
Baca Juga: Langkah Pemdes Srikaton Papar untuk Cegah DBD dan Cikungunya, Rutin Lakukan Hal Ini
Dalam melakukan pemeriksaan tentunya banyak tantangan yang dihadapi. Termasuk pasien yang mengamuk bahkan mencakar kader yang bertugas. "Pasien menggemuruh, menggema, bahkan mencakar itu hal biasa. Yang jelas kami membantu mereka untuk sembuh," jelasnya.
Perkembangan setiap pasien juga berbeda, ada yang cepat ada yang lambat. Tergantung bagaimana semangat pasien untuk minum obat dan aktif mengikuti kegiatan posyandu.
Editor : rekian