Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gagal Bayar, BLTS Kesra Rp 6,8 Miliar Jatah Warga Kediri Dikembalikan ke Kas Negara

Ayu Ismawati • Jumat, 2 Januari 2026 | 22:28 WIB
Petugas Kantor Pos Kediri yang biasanya melayani ribuan pengambil bansos, kemarin (2/1) hanya didatangi beberapa warga yang mencairkan pensiun.
Petugas Kantor Pos Kediri yang biasanya melayani ribuan pengambil bansos, kemarin (2/1) hanya didatangi beberapa warga yang mencairkan pensiun.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesra untuk warga Kediri Raya senilai Rp 6,8 miliar hangus.

Bantuan untuk ribuan warga Kota dan Kabupaten Kediri itu kembali ke kas negara karena alamat penerima tidak ditemukan. Ada pula yang dinyatakan sudah meninggal dunia.

Untuk diketahui, dari BLTS tahap I hingga 4, total ada 7.700 alokasi BLTS yang tidak tersalurkan.

Sebanyak 1.800 di antaranya atau Rp 1,6 miliar merupakan BLTS alokasi tahap 4, yang berakhir penyalurannya pada 31 Desember 2025 lalu.  

Kepala Kantor Pos Kediri Khoirul Aulia Lubis mengatakan, meski ada ribuan orang yang belum mengambil BLTS Kesra di tahap 4, realisasinya sudah mencapai 92 persen.

Jika alokasi tahap 4 yang disalurkan Kantor Pos Kediri mencapai 20.468 KPM. Sebanyak 18.830 di antaranya sudah tersalurkan.

“Kami diwajibkan update gagal bayar terakhir nanti jam 3 sore (2/12),” ujarnya sembari mengisyaratkan penyaluran BLTS tahap 4 yang sudah berakhir tanpa perpanjangan waktu.

Sebanyak 1.800 orang yang belum mengambil jatah bansosnya itu disebabkan beberapa faktor. Di antaranya karena waktu penyaluran yang terbatas.

Hanya dua hari yang juga bertepatan dengan momen libur panjang tahun baru. Selain itu, banyak KPM yang tidak ditemukan alamatnya.

“Mungkin ada yang pergi liburan atau pulang kampung. Jadi ketika surat pemberitahuan sudah kami sebar ke kelurahan ataupun desa, dan perangkat desa mencari yang bersangkutan, hasilnya tidak ditemukan,” ungkap pria yang akrab disapa Lubis itu.

Selebihnya, tidak sedikit kasus gagal bayar karena data yang tidak valid. Contohnya KPM sudah meninggal dunia. Namun anggota keluarga tetap berusaha melakukan pencairan.

Validitas data dan kesadaran masyarakat memperbarui data diri itulah yang menurutnya perlu dievaluasi bersama ke depannya.

“Masyarakat yang mungkin gambar atau data KTP-nya sudah mulai buram, segera mengurus ke capil untuk membuat KTP yang baru. Bahkan ketika ada yang meninggal di dalam keluarga itu juga perlu di-update,” terangnya tentang faktor yang menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran.

Khusus untuk penerima yang sudah meninggal, menurut Lubis ada alur tersendiri. Yakni, kantor pos harus melaporkan bahwa penerima meninggal dunia.

“Apakah nanti dibayarkan atau tidak di tahap selanjutnya, itu menunggu keputusan dari perangkat setempat atau pendamping dari bantuan tersebut,” paparnya.

Melihat temuan tersebut, Lubis mengimbau masyarakat agar disiplin memperbarui datanya. Salah satunya agar tidak terjadi kerancuan di kemudian hari. Terutama saat penyaluran bansos.

“Jumlahnya mungkin nggak sampai 1 persen. Itu yang ketemu saja. Ada yang enggak ketahuan. Dan itu tidak hanya terjadi di Kediri saja, di seluruh Indonesia pasti ada temuan seperti itu,” tandas Lubis.

Jika di tahap 4 ini ada 1.800an data gagal bayar, sebelumnya Kantor Pos Kediri juga merangkum sekitar lebih dari 5.900 data gagal bayar dari alokasi sebelumnya di tahap 1-3.

Dari data itu saja, sudah ada sekitar Rp 5,3 miliar uang bansos yang tidak jadi cair dan harus dikembalikan ke negara.

Beberapa faktor penyebabnya itu antara lain alamat KPM tidak ditemukan, berada di luar kota, meninggal dunia, dinyatakan mampu berdasarkan informasi dari pemerintah daerah, pindah alamat, dan lain sebagainya.

“Mayoritas karena alamat tidak ditemukan. Penyebabnya karena ada kesamaan nama di desa atau kelurahan yang sama,” imbuh Lubis.

Adapun secara keseluruhan dari tahap 1 - 4, Kantor Pos Kediri menyalurkan BLTS Kesra kepada sekitar 101.318 KPM di Kota Kediri dan sebagian kecamatan di Kabupaten Kediri. Mereka tersebar di total 23 kecamatan. 

 Baca Juga: BLTS Cair di Kediri, KPM pun Full Senyum! Ini Waktu dan Tempat Pencairannya

         

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#bantuan sosial #BLTS Kesra #BLTS #kemensos #bansos