KEDIRI, JP Radar Kediri- Proses pembebasan lahan untuk tol akses bandara yang masuk wilayah Kabupaten Kediri hampir tuntas.
Tanah kas desa (TKD) yang terdampak proyek strategis nasional (PSN) tersebut sudah diserahkan hak tanahnya ke tim pengadaan tanah (TPT).
Penyerahan dilakukan oleh pemerintah desa (pemdes) yang TKD-nya terkena proyek.
Meskipun demikian, pembebasan tanah yang akan dilalui tol akses bandara belum sepenuhnya klir. Masih ada satu bidang lagi yang belum beres.
“Satu bidang tanah wakaf,” kata Asisten I Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sukadi.
Proses pembebasan tanah wakaf itu juga terus berjalan. Kementerian Agama (Kemenag) sudah setuju. Sehingga tinggal tahapan akhir saja.
“Ini sudah klir. Tinggal menunggu (waktu),” tandas Sukadi.
Demikian pula lahan terdampak yang masih terbelit sengketa waris. Menurut Sukadi, untuk tanah yang seperti itu sudah dilakukan konsinyasi.
Uang pengganti sebesar Rp 1,2 miliar juga telah dititipkan ke pengadilan.
Sebelumnya, satu per satu simpul penghampat pembangunan tol akses bandara berhasil dituntaskan.
Setelah TKD Tiron klir, pekan lalu TKD Manyaran yang berjumlah lima bidang juga serupa.
Tanah pengganti sejumlah 12 bidang tanah dengan nilai yang sama sudah dilakukan pembayaran pekan lalu.
“Sudah semua (dibayarkan). Jadi TKD Manyaran itu dibayar hari Selasa (23/12, Red),” jelas Sukadi.
Setelah pembebasan tanah pengganti, maka berikutnya pemdes akan berproses untuk melakukan pelepasan hak TKD.
Menurut Sukadi, hal itu juga sudah dilakukan. Adapun hak dari TKD Tiron maupun Manyaran yang dipegang oleh pemdes sudah diserahkan ke TPT.
“Klir semua dan untuk sertifikat tanah pengganti itu kan tanggungjawabnya daripada TPT. Perubahan dari tanah warga jadi aset desa, sertifikatnya yang mengurus pihak tol,” jelasnya.
Menurut Sukadi, pembangunan fisik juga terus berproses. Sesuai kontrak terbaru dari pihak kontraktor, kontrak terakhir adalah April nanti.
Sehingga, dipredisi pada Triwulan pertama pembangunan fisik tol akses bandara bisa rampung.
“Mereka sanggup untuk menyelesaikan pekerjaan itu sampai dengan bulan April 2026,” terangnya.
Seperti diberitakan, tol akses bandara ditargetkan rampung akhir tahun ini. Khususnya ruas Jalan PB Sudirman menuju ke bandara.
Namun, proyek jalan bebas hambatan itu kemungkinan besar molor hingga Maret 2026. Penyebabnya adalah proses pembebasan tanah yang belum kelar.
Pembangunan fisik tol juga terhambat proses penimbunan atau pemadatan tanah. Hal itu terjadi karena izin galian C yang digunakan untuk tanah urukan belum selesai.
Akibatnya, pengurukan harus distop sembari menunggu perizinan klir. (*)
Editor : Mahfud