Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gedung Sekolah Rakyat di Kediri Sedot Rp 243 Miliar, Untuk Apa?

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 29 Desember 2025 | 09:00 WIB

Area aset pemkab di Plosokidul, Plosoklaten yang akan dibangun gedung permanen SR.  (Foto: Wahyu Adji)
Area aset pemkab di Plosokidul, Plosoklaten yang akan dibangun gedung permanen SR. (Foto: Wahyu Adji)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Biaya yang dibutuhkan untuk membangun gedung Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Kediri tidak sedikit. Berdasarkan perkiraan yang dibuat, pendirian sekolah yang merupakan program Presiden Prabowo tersebut memakan anggaran hingga Rp 243 miliar.

Dana sebanyak itu digunakan untuk membangun fasilitas bagi tiga tingkatan. Sedangkan masing-masing tingkatannya terdiri dari tiga rombongan belajar (rombel).

“(Anggaran sebesar) Rp 243 miliar (itu) termasuk pajak pertambahan nilai,” terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama, melalui Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Joko Riyanto.

Joko mengatakan, semua anggaran ditanggung oleh Pemerintah Pusat. Digunakan untuk membangun gedung tingkat SD, SMP, dan SMA. Setiap tingkatan akan memiliki tiga rombel.

“Satu rombel kapasitas 30 orang. Jadi totalnya ada 1.080 orang,” jelas Joko, terkait kapasitas gedung yang akan dibangun di wilayah Kecamatan Plosoklaten tersebut.

Joko menambahkan, selain gedung ruang kelas, nantinya juga akan dibangun fasilitas penunjang. Di antaranya adalah fasilitas olah raga, tempat ibadah, dan toilet.

“Jadi termasuk untuk fasilitas pendukung kegiatan belajar,” jelasnya.

Untuk diketahui, pertengahan Desember lalu kontraktor dengan Pemerintah Pusat sudah meneken kontrak. Setelah itu berikutnya segera dilakukan penyiapan lahan kontruksi. Seperti penimbunan serta perataan tanah.

Untuk diketahui, pelaksanaan SR di Kabupaten Kediri sudah berjalan. Namanya SR Menengah Atas (SRMA) 24 Kediri. Siswanya 100 orang.

Untuk sementara ini mereka menempati gedung Balai Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (BPKASN) di Desa Bulusari, Tarokan.

Ditargetkan bangunan SR permanen di Plosokidul, Plosoklaten itu bisa rampung Juni nanti. Sehingga dalam penerimaan siswa baru nanti ada bangunan permanen yang bisa menampung siswa angkatan pertama dan siswa baru.

“Targetnya semuanya (gedung kelas dan fasilitas lainnya) terselesaikan Juni itu,” jelasnya.

Seperti diberitakan, Pemkab Kediri menyiapkan lahan seluas 14,74 hektare untuk pembangunan SR. Namun, berdasarkan evaluasi terbaru, tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan kompleks sekolah mulai SD, SMP, dan SMA itu hanya separonya saja. Atau sebaiknya seluas 7,62 ha. 

 

Editor : rekian
#gedung sekolah #kediri #Sekolah Rakyat #anggaran pusat #pemerintah pusat