Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ubah Jalan Stasiun Kediri Jadi Satu Arah, Dishub Kota Kediri akan Sosialisasikan Mulai Awal Tahun

Ayu Ismawati • Minggu, 28 Desember 2025 | 10:00 WIB

 

 

Pengguna jalan melintas dari arah timur ke barat. Rencananya, mulai 1 Januari akan diberlakukan one-way di Jl Stasiun dari barat ke timur.
Pengguna jalan melintas dari arah timur ke barat. Rencananya, mulai 1 Januari akan diberlakukan one-way di Jl Stasiun dari barat ke timur.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Setelah selesai dibangun Sabtu (20/12) lalu, Pemkot Kediri akan menerapkan rekayasa lalu lintas baru di Jalan Stasiun.

Jika saat ini masih bisa dilewati dua arah, ke depan akses di sana hanya diberlakukan satu arah atau one way.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Endang Kartika Sari yang dikonfirmasi tentang rekayasa lalu lintas baru di sana membenarkannya. Menurut Endang, jalan memang akan difungsikan sebagai jalur satu arah dari barat menuju timur.

“Iya (dijadikan satu arah, Red). Pengaturan lalin-nya bisa ditanyakan ke dishub,” ujar Endang.

Setelah kebijakan satu arah itu diberlakukan, arus kendaraan yang keluar dari kawasan stasiun akan diarahkan melalui jalan di kiri dan kanan monumen lokomotif.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, Jl Ade Irma Suryani dan jalan tembus Jl PJKA itu sudah diperbaiki dengan aspal baru.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri Arief Cholisudin menambahkan, Jl Stasiun memang direncanakan menjadi jalan satu arah dari barat menuju timur.

Namun sebelum efektif diterapkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi untuk mengkaji respons masyarakat. Sebab selama ini, jalur itu biasa dilalui dua arah.

“Nanti lalu lintasnya kami bantu dengan marka dan yang jelas rambu-rambu. Dan pasti masih butuh sosialisasi, termasuk nanti akan kami pakai di dua jalur di kanan dan kirinya (sebagai jalur keluar, Red),” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Cholis itu menerangkan, kendaraan yang keluar dari kawasan stasiun bisa melalui Jl Ade Irma Suryani yang mengarah ke selatan. Nantinya jalan tersebut akan tembus ke Jl Dhoho.

Atau, melalui Jl PJKA ke arah utara yang tembus di Jl Hayam Wuruk.

“Nanti secepatnya akan kami sosialiasikan, termasuk kepada warga. Prinsipnya selama sosialisasi itu kan nggak ada tilang (sanksi bagi pelanggar, Red) dulu. Jadi akan dibiasakan dulu, lama-lama baru akan ada penerapan tilang ketika ada salah arahnya,” beber Cholis.

Untuk diketahui, Jl Stasiun dengan konsep baru akan diresmikan pada 31 Desember atau malam pergantian tahun nanti.

Selanjutnya, sosialisasi pemberlakuan satu arah akan mulai dilakukan pada 1 Januari 2026.

Kendaraan pengantar maupun masyarakat umum yang memasuki kawasan Stasiun Kediri melalui Jl Stasiun harus keluar dengan cara memutar. Yakni, melalui sirip-sirip jalan yang berada di kiri dan kanan Jl Stasiun.

Seperti diberitakan, revitalisasi Jl Stasiun yang dimulai 24 Juni lalu sudah selesai dilakukan pada Sabtu (20/12) lalu. Peresmian jalan bernuansa kolonial itu akan dilakukan di malam pergantian tahun nanti.

Penyanyi ibu kota Rio Febrian akan menghibur masyarakat yang ikut nganyari jalan ikonik di Kota Kediri itu.

Jalan yang banyak dilalui masyarakat–termasuk pengunjung dari luar Kediri–tersebut dipercantik dengan mengusung nuansa kolonial. Pemilihan konsep menyesuaikan konteks bangunan Stasiun Kediri yang merupakan bangunan peninggalan Belanda.

Nuansa jadul kolonial itu terlihat dari pemilihan ornamen di sana. Mulai dari desain pedestrian, lampu hias, hingga kursi yang dipasang di sepanjang pedestrian.

Selain itu, nuansa kuno juga terlihat dari finishing jalan yang menggunakan material cobble stone.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

 

Editor : rekian
#stasiun kediri #Jalan Stasiun #one way