KEDIRI, JP Radar Kediri- Meski puluhan ribu pelajar di Kota Kediri sedang libur akhir semester, distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap bergulir.
Khususnya dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang masih tetap beroperasi di momentum libur panjang. Berbeda dengan biasa, penyaluran makanan ini dirapel untuk beberapa hari.
Seperti di SDN Betet 3 yang pekan ini masih menerima penyaluran MBG. Jika di hari biasa MBG anak sekolah disalurkan tiap hari, selama libur siswa hanya perlu ke sekolah di hari-hari tertentu saja.
“MBG masih berjalan. Senin kemarin disalurkan dan dirapel untuk empat hari,” ungkap Kepala SDN Betet 3 Lilik Suhariyanti.
Mekanisme perapelan di tiap sekolah menurutnya berbeda-beda. Ada yang dirapel untuk empat hari. Ada pula yang dirapel untuk tiga hari saja.
Misalnya di SDN Bangsal 3. Di sana, MBG pekan ini dirapel penyalurannya untuk tiga hari. Menunya dikombinasikan dengan makanan kering seperti roti, buah, maupun susu.
“Penyalurannya tetap di sekolah. Jadi diambil anak-anak sendiri ke sekolah,” ungkap Badrul Munir, salah satu guru di sana.
Terpisah, Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Kediri Armeityansyah mengatakan, selama libur sekolah SPPG sedianya memang tetap beroperasi.
Terutama SPPG yang tidak berhenti operasional sementara di penghujung tahun ini karena dananya sudah habis.
“Untuk libur sekolah SPPG tetap produksi dan mendistribusikan. Tetapi apabila sekolah tidak bisa menerima, maka tidak akan dipaksakan,” ujar pria yang akrab disapa Ian itu.
Khusus untuk sasaran kelompok rentan ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita non-PAUD. Atau, yang biasa disebut kelompok rentan 3B, pengirimannya tidak libur.
Diakui Ian, di kelompok ini belum semua kelurahan tercover. Dari total 46 kelurahan, baru 24 kelurahan saja yang sudah mendapat paket makan gratis.
Baca Juga: MBG Distop karena Belum Cairnya Anggaran 8 SPPG, Puluhan Ribu Siswa di Kediri Gigit Jari
Informasi yang dihimpun koran ini, hingga Desember ini penerima manfaat dari kelompok 3B mencapai 5.447 orang. Bagi dapur-dapur yang tetap beroperasi, distribusi MBG juga tetap berjalan untuk para kelompok rentan ini.
“Secara program seharusnya tetap berjalan. (Di akhir tahun 2025, Red) beberapa masih berjalan, bahkan SPPG Kaliombo baru mulai untuk MBG 3B,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri dr Fajri Mubasysyir.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DP3AP2KB Kota Kediri Laila Isti menambahkan, pendistribusian MBG yang dibantu kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) itu tetap berjalan.
Adapun 24 kelurahan yang sudah menjadi sasaran penerima manfaat itu mayoritas ada di Kecamatan Mojoroto dengan 14 kelurahan.
“Sampai saat ini jumlah SPPG yang melayani 3B sudah ada 20 SPPG dari total 29 SPPG yang aktif,” jelas perempuan yang akrab disapa Isti itu.
Dari situ, pihaknya mengerahkan ratusan kader TPK sebagai tenaga pendistribusi. Sedikitnya ada 352 kader yang rutin menyalurkan MBG kepada para penerima manfaat di rumah masing-masing.
Meski distribusi tetap berjalan selama momentum Nataru, ada beberapa yang untuk sementara tidak menerima. Penyebabnya karena SPPG berhenti beroperasi di penghujung tahun ini.
“Ada kelurahan yang sementara berhenti. Itu dari SPPG yang sementara berhenti seperti di Kelurahan Lirboyo, Tamanan, Bandarlor mulai 25 Desember, dan SPPG Pojok 1,” urai Isti.
Seperti diberitakan, beberapa SPPG berhenti beroperasi mulai 15 dan 17 Desember lalu. Mandeknya pelayanan MBG ke sejumlah sekolah itu karena dana dari pusat sudah habis dan belum cair di akhir tahun ini.
Hingga akhir pekan lalu, total ada 10 SPPG di Kota Kediri yang berhenti operasional sementara karena kendala tersebut. Diketahui permasalahan ini juga terjadi di beberapa daerah lainnya. Termasuk di Kabupaten Kediri.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian