KEDIRI, JP Radar Kediri-Bencana ambrolnya tanggul Sungai Hardisingat pada Selasa (23/12) lalu, ditanggulangi secara swadaya oleh warga.
Setelah mendapat material sesek dan karung pasir dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, warga bergotong royong membuat tanggul darurat.
Untuk diketahui, jebolnya tanggul sungai Desa Sumberejo, Grogol itu membuat lahan pertanian warga terdampak.
Sedikitnya ada 10 hektare tanaman padi yang terendam air dan lumpur.
Tak ingin hal yang sama terulang, warga langsung mempercepat pembuatan tanggul darurat.
“Kami gotong royong,” kata Kepala Desa Sumberejo Samsul Aziz berharap tanggul bisa menahan debit air jika dalam beberapa hari ke depan hujan deras kembali mengguyur wilayahnya.
Dia mengaku senang karena patok dan sesek sudah terpasang semua.
Penanganan darurat itu, menurut Samsul bisa jadi langkah antisipasi di musim penghujan tahun ini.
Seperti diberitakan, akibat hujan deras selama beberapa jam pada Selasa lalu membuat tanggul Sungai Hardisingat di Desa Sumberejo, Grogol jebol.
Tanggul sepanjang sekitar 12 meter dengan lebar 2,5 meter itu menyisakan lubang menganga.
Air bah sempat menggenangi halaman rumah warga serta akses jalan dusun.
Selain itu, luapan air juga berdampak pada lahan pertanian milik warga.
Akibatnya, padi berumur satu bulan terendam banjir.
Sebagian di antaranya ada yang rusak dan harus disulam. Namun, genangan tidak bertahan sampai lama. Keesokannya air sudah surut.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian