KEDIRI, JP Radar Kediri- Ini fenomena yang perlu diwaspadai orang tua dan kalangan pendidik. Banyak pelajar di Kota Kediri yang memiliki problem kesehatan mental. Bahkan, sudah menjurus pada gejala depresi berat.
Fakta itu ditemukan melalui proses cek kesehatan gratis (CKG) yang berlangsung serentak sejak Agustus silam. Berdasarkan tes tersebut, hingga 12 Desember lalu ditemukan ratusan kasus gejala depresi berat.
“(Dari proses CKG) itu kan ada list pertanyaan. Akhirnya bisa disimpulkan ada gangguan atau tidak berdasarkan jawaban dia,” terang Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (Kabid SDK) Dinas Kesehatan Kota Kediri Dwi Sunaryati.
Dwi membeberkan beberapa fakta yang diperoleh dari proses CKG tersebut. Total, ada 318 kasus gejala depresi berat pada anak sekolah. Jumlah itu setara dengan 2,58 persen pelajar yang jadi objek CKG.
Fenomena itu juga muncul hanya dari kegiatan CKG yang berupa skrining kesehatan. Rentang waktunya selama empat bulan, mulai Agustus hingga Desember.
Selama proses CKG tersebut, tak hanya fakta gejala depresi berat saja yang terlihat. Juga banyak temuan gejala kecemasan berat. Jumlahnya mencapai 261 kasus.
Gangguan itu ditemukan dari analisa hasil skrining yang diikuti oleh pelajar di lembaga pendidikan Kota Kediri. Mulai dari jenjang sekolah dasar hingga SMA sederajat.
Lalu, bagaimana tindak lanjut penemuan fakta tersebut? Menurut Dwi, dinkes segera merumuskan langkah-langkah penanggulangan dan antisipasi. Salah satunya adalah memaksimalkan upaya pendampingan.
Pendampingan ini melibatkan guru di sekolah tempat pelajar itu menuntut ilmu.
“Biasanya kalau kami ya harus dikonsultasikan ke dokter. Tetapi kan tetap nanti pihak sekolah (harus) tahu gambarannya seperti ini. Sehingga nanti bisa dibimbing. Seperti dari guru BK-nya (guru bimbingan dan konseling, Red) kalau ada kecemasan seperti itu,” beber Dwi.
Namun demikian, perujukan ke fasilitas kesehatan juga diperlukan. Terutama jika gangguan mental itu sudah pada taraf mengganggu aktivitas siswa. Selebihnya, tindak lanjut dimaksimalkan dengan pendampingan yang melibatkan guru BK di sekolah.
Baca Juga: Program Cek Kesehatan Gratis di Kota Kediri Fokus 16 Item Pemeriksaan, Gangguan Mental Salah Satunya
“Misalnya sudah di taraf mengamuk, atau nggak bisa tidur. Itu harus segera dirujuk (ke rumah sakit). Dan sebenarnya hal seperti ini tidak bisa hanya anaknya tetapi juga butuh kerja sama dengan guru dan orang tua,” ucap Dwi memberi penekanan.
Sejalan dengan itu, penguatan kapasitas guru bimbingan konseling (BK) juga menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kota Kediri. Salah satunya dengan mengadakan pembinaan kepada para guru BK.
Termasuk untuk mendiskusikan penanganan remaja yang mengalami permasalahan. Di antaranya seperti permasalahan kesehatan mental hingga perundungan.
“Kami sasar guru-guru BK karena memang mereka inikan garda terdepan terkait permasalahan-permasalahan yang menyangkut siswa. Agar penanganannya nanti tepat,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Achmad Wartjiantono.
Untuk diketahui, ratusan ribu orang sudah mengikuti CKG di Kota Kediri yang sudah berjalan sejak Agustus lalu. Dari pemeriksaan berupa skrining itu, kasus hipertensi hingga gangguan penglihatan atau rabun mendominasi temuan Dinas Kesehatan Kota Kediri.
Hingga pertengahan Desember ini sudah ada 121.859 orang yang mengikuti CKG di Kota Kediri. Atau, 40,34 persen dari total sasaran.
Mereka yang diskrining tak hanya warga Kota Kediri. Beberapa di antaranya berasal dari luar kota. Khususnya yang mengikuti CKG di sekolah dan perguruan tinggi hingga lembaga pemasyarakatan (lapas).
Selain gangguan kesehatan mental, CKG juga mengungkapkan sejumlah gangguan kesehatan fisik yang banyak ditemui pada anak sekolah. Di antaranya gangguan penglihatan yang mencapai 4.648 kasus dalam empat bulan saja. Kemudian karies gigi juga banyak ditemui. Totalnya mencapai 1.538 kasus. Terakhir, ada persoalan obesitas anak sekolah yang mencapai 1.2
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian