Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

MBG Distop karena Belum Cairnya Anggaran 8 SPPG, Puluhan Ribu Siswa di Kediri Gigit Jari

Ayu Ismawati • Kamis, 18 Desember 2025 | 00:01 WIB
TAK ADA OMPRENG: Deretan meja yang biasanya jadi tempat transit ompreng MBG sejak kemarin kosong karena MBG di MAN 2 Kota Kediri dihentikan sementara.
TAK ADA OMPRENG: Deretan meja yang biasanya jadi tempat transit ompreng MBG sejak kemarin kosong karena MBG di MAN 2 Kota Kediri dihentikan sementara.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Distribusi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk puluhan ribu siswa di Kota Kediri mandek kemarin.

Hal tersebut dampak belum turunnya anggaran untuk delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Kediri dari Pemerintah Pusat.

Mandeknya pelayanan MBG ke sejumlah sekolah itu, di antaranya diketahui dari unggahan beberapa SPPG di media sosial.   

Di antaranya SPPG Lirboyo yang mengunggah video di TikTok. Isinya tentang pernyataan penghentian sementara MBG mulai 15 Desember lalu.

Penyebabnya, ada kendala pada pencairan dana bantuan pemerintah (banper) yang belum turun hingga saat ini. Hal serupa juga dilakukan SPPG Tempurejo. Mereka juga mengumumkan menghentikan sementara operasional sejak Rabu (17/12) kemarin.

Hingga kemarin, total ada delapan dari 24 SPPG di Kota Kediri yang menghentikan sementara operasionalnya. Mereka biasa melayani total 24.966 paket MBG untuk pelajar (selengkapnya lihat grafis).

“Kemarin (16/12) masih dapat, tapi hari ini (17/12) dihentikan sementara,” kata Gladis Fransistalia, siswa MAN 2 Kota Kediri.

Hal senada dikatakan oleh siswa kelas XII lainnya. Dihentikannya paket MBG membuat siswa harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli makan siang.

Para pelajar yang sudah terbiasa mengurangi jajan di kantin dan menghemat uang saku itu terpaksa harus membeli makan mandiri.

“Dan setelah ditiadakannya MBG secara sementara ini, agak bingung juga. Karena teman-teman kan selama ini juga sudah terbiasa mengurangi jajan di kantin,” tutur Nawfal Razan.

Pemberhentian MBG itu juga dibenarkan koordinator MBG MAN 2 Kota Kediri Achmad Zaenal Fachris. Menurutnya, penghentian sementara paket MBG sudah diberitahukan sejak dua hari lalu.

“Dengan alasan, satu, ada masalah bantuan dari pemerintah yang belum turun. Yang kedua memang ada program perbaikan SPPG,” papar Fachris tentang penghentian makanan dari SPPG Banjaran 1 itu.

Menindaklanjuti penghentian MBG, Fachris menyebut madrasah menyikapi dengan sewajarnya. Diakuinya, selama ini siswa banyak terbantu.

Apalagi, mereka termasuk sekolah yang menerima manfaat sejak awal program berjalan di Kota Kediri.

Sementara itu, informasi berhentinya operasional MBG di beberapa lembaga pendidikan juga dibenarkan Dinas Pendidikan Kota Kediri.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kediri Achmad Wartjiantono mengatakan, ada 45 lembaga di bawah Disdik Kota Kediri yang sudah tidak menerima MBG sejak kemarin. Mulai dari jenjang PAUD, SD, dan SMP.

“Istilahnya berhenti operasional sementara,” ungkap pria yang akrab disapa Anton itu.

Terpisah, Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Kediri Armeityansyah membenarkan adanya beberapa dapur yang berhenti operasional sementara.

Hingga kemarin ada 8 SPPG yang dilaporkan berhenti di waktu yang berbeda. Beberapa mulai berhenti sejak 15 Desember, sedangkan lainnya mulai 17 Desember 2025.

Pria yang akrab disapa Ian itu mengatakan, alasan utamanya pada anggaran dapur yang sudah habis. Kemudian, dana untuk periode 8–20 dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum juga cair ke akun virtual masing-masing SPPG.

Akibatnya, dapur tidak bisa melanjutkan produksi. “Sebenarnya proposal pengajuan anggaran periode 8–20 Desember sudah masuk dan sudah disetujui. Tetapi sampai saat ini belum mendapatkan pencairan,” urainya.

Keterlambatan pencairan dana itu, lanjut Ian, membuat dapur harus melaksanakan operasional dengan sisa anggaran dari pengajuan periode-periode sebelumnya. Di beberapa dapur, sisa anggaran itu hanya bisa mencukupi produksi hingga kemarin.

“Sampai akhirnya habis dan belum bisa melanjutkan kembali operasional sampai adanya pencairan kembali,” beber Ian.

SPPG Berhenti Beroperasi sementara per 17 Desember 2025:

SPPG                             Jumlah Layanan

  1. SPPG Lirboyo         3.816 paket
  2. SPPG Banjaran 1    3.590 paket
  3. SPPG Banjaran 2    3.602 paket
  4. SPPG Tempurejo     2.706 paket
  5. SPPG Tamanan 1    2.891 paket
  6. SPPG Tamanan 2    2.837 paket
  7. SPPG Burengan      3.234 paket
  8. SPPG Pojok            3.290 paket

Total                         24.966 paket

Editor : Andhika Attar Anindita
#Mbg #kediri #SPPG #BGN