KEDIRI, JP Radar Kediri- Pembangunan gedung sekolah rakyat (SR) di Kabupaten Kediri terus berproses.
Targetnya, pada Juni 2026 nanti bangunan permanen yang direncanakan berada di Desa Plosokidul, Plosoklaten itu bisa rampung.
Sehingga, dalam tahun ajaran baru nanti ada bangunan permanen yang bisa ditempati siswa baru SR.
Untuk diketahui, Pemkab Kediri menyiapkan lahan seluas 14,74 hektare (ha) untuk pembangunan SR.
Namun, berdasar evaluasi terbaru, tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan kompleks sekolah mulai SD, SMP, dan SMA itu hanya separonya saja.
Sisanya akan dikembalikan ke Pemkab Kediri. Adapun sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah melakukan pengukuran dan memastikan bahwa lahan yang dipakai 7,62 ha.
“Mereka kalau sebelumnya ngukur luasan dan terus elevasi tapi secara kasar. Yang ini (pengukuran Senin) pendetailan terus,” jelas Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama melalui Kabid Cipta Karya Joko Riyanto.
Untuk diketahui, SR di Kabupaten Kediri sudah berjalan. Namanya SR Menengah Atas (SRMA) 24 Kediri. Jumlah siswanya mencapai 100 orang.
Mereka menempati Balai Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (BPKASN) Desa Bulusari, Tarokan sebagai gedung sementara.
“Harapannya tahun ajaran baru itu sudah menempati di sana (gedung baru). Karena kalau nggak gitu nanti kasihan yang gelombang pertama yang sekarang nempati di SKB (BPKASN), nanti tinggal di mana,” jelasnya.
Sesuai timeline, saat ini sudah dilakukan kontrak antara kementerian dengan kontraktor. Berikutnya akan dilakukan proses penimbunan dan perataan tanah lokasi proyek.
“Persiapan area. Tapi belum tahu kapan pelaksanaannya, masih menunggu,” tandas Joko.
Editor : Andhika Attar Anindita