Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kediri Raya dan Nganjuk hanya Punya Waktu Penyerapan Anggaran TKD selama Dua Minggu, Harus Bisa Optimalkan Anggaran Ratusan Miliar

Ayu Ismawati • Selasa, 16 Desember 2025 | 13:00 WIB

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri -Tiga pemerintah daerah di Kediri Raya harus berpacu dengan waktu, terkait penyerapan dana transfer ke daerah (TKD).

Dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Nganjuk, pekerjaan rumah (PR) penyerapan anggaran terbesar dihadapi Pemkab Nganjuk.

Mereka harus menyelesaikan penyerapan dana alokasi khusus (DAK) fisik senilai Rp 955 juta.

Meski punya PR besar, ternyata penyaluran TKD Kabupaten Nganjuk justru yang terbesar. Yakni, dari pagu Rp 2,07 triliun, sudah terserap Rp 2,03 triliun atau 98,32 persen.

“Yang masih berjalan ini (di Kabupaten Nganjuk) DAK fisik KB (program keluarga berencana) karena realisasi pekerjaannya (proyek fisik) belum nyampe ,” ujar Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kediri Moch. Izma Nur Choironi sambil menyebut, tenggat waktu pelaporan pembayaran pada 23 Desember mendatang.

Baca Juga: DPRD Kota Kedri Awasi Serapan Anggaran Belanja Daerah, Seremonial Desak Kurangi

Sementara itu, realisasi TKD di Kabupaten Kediri sudah mencapai Rp 2,20 triliun dari total pagu Rp 2,27 triliun atau setara 96,87 persen.

Meski tergolong tinggi, sisa halaman secara nominal masih cukup besar. Hal tersebut mengindikasikan adanya sejumlah alokasi anggaran yang belum terserap hingga pertengahan Desember ini.

Misalnya, untuk dana bagi hasil yang mendapat pagu Rp 161 miliar baru terserap Rp 106 miliar atau setara 66 persen.

Kemudian, Bantuan Operasional Puskesmas (BOK Puskesmas) realisasi penyalurannya baru 64 persen.

Sedangkan di Kota Kediri, realisasi penyaluran TKD tercatat sebesar Rp 964 miliar dari pagu sekitar Rp 1,01 triliun atau 95,31 persen.

Seperti halnya Kabupaten Kediri, DBH penyerapan di Kota Kediri baru 83 persen.

Baca Juga: RAPBD 2026 Kota Kediri Mulai Dibahas, Dewan Kawal Anggaran untuk Kesehatan dan Pendidikan

Dari pagu sekitar Rp 249 miliar, realisasi penyaluran Rp 207 miliar. Sedangkan untuk DAK Fisik juga baru terserap 83 persen. Rinciannya, dari halaman sekitar Rp 9,7 miliar, yang terealisasi Rp 8,6 miliar.

“Ini (DAK Fisik) sebenarnya sudah 100 persen, tapi menyesuaikan kontraknya cuma sekitar 88 persen. Jadi menyesuaikan kontraknya, hanya 88 persen yang kami bayarkan,” ungkap pria yang akrab disapa Izma itu terkait kenapa realisasi DAK Fisik masih di bawah 90 persen.

Khusus untuk DAK fisik, menurut Izma penyalurannya tidak bisa serta merta sesuai halaman. Melainkan menyesuaikan kontrak.

Sementara itu untuk sisa alokasi lainnya seperti BOK Puskesmas yang baru tersalurkan 85 persen, Izma mengatakan pembayaran akan menunggu rekomendasi.

“Jadi ini masih ada sisa uang. Tinggal kapan nanti rekomendasinya turun,” tutupnya. (ais/ut)

 

Editor : rekian
#kabupaten kediri #kppn #tkd #dana transfer #APBD #nganjuk #kota kediri