JP Radar Kediri- Desa Sambirejo di Kecamatan Gampengrejo dikenal sebagai salah satu desa dengan potensi pertanian. Untuk menjamin kelancaran pengairan, terutama saat musim kemarau, pemdes memanfaatkan bantuan pompa submersible yang telah terpasang di tiga titik lahan persawahan. Pompa ini merupakan bantuan dari dinas pertanian daerah.
Pompa submersible tersebut digunakan petani dengan sistem token. Petani yang membutuhkan pengairan dapat bebas mengisi token sesuai dengan kebutuhan lahan mereka.
“Di sini airnya masih melimpah, jadi penggunaan sible (submersible) saat di musim kemarau saja. Itupun tidak semua,” ungkap Sekretaris Desa Sambirejo Ahmad Rofii.
Baca Juga: Ini yang Diinginkan Pemdes Srikaton ketika Membangun Dapur MBG di Lahan Bekas SD
Selain mengandalkan submersible, warga juga memanfaatkan air sungai yang telah dilengkapi dengan saluran-saluran irigasi yang terbangun. Jenis tanaman yang ditanam sebagian besar adalah palawija.
Di bidang pertanian, kelompok petani desa yang bernama Subur Dua juga rutin melakukan pertemuan di Gubug Tani. Di gubug tersebut, petani rutin membahas masalah pertanian, seperti serangan hama atau kondisi cuaca.
“Sering juga praktik pembuatan pupuk organik dari fermentasi kotoran kambing,” jelas Rofii.
Baca Juga: Pemdes Pesing Purwoasri Kediri Gandeng Ibu-Ibu Berikan Pelatihan Memasak dan Pemasaran
Meskipun saat ini penggunaan pupuk organik hanya dijadikan selingan, harapan ke depannya adalah praktik ini dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.
Selain membahas masalah pertanian, kelompok tani juga membantu menebus subsidi pupuk di kios resmi bagi petani yang belum mengambil jatahnya. Tak hanya itu, kelompok ini juga mengadakan arisan rutin untuk mempererat hubungan antar petani.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian